Anak Dimusuhi oleh Temannya? Bantu Si Kecil Mengatasinya Dengan Cara Ini!

Ketika seorang anak diremehkan oleh temannya, Si Kecil pasti merasa sedih sehingga orang tua, Ayah dan Ibu perlu membantu mereka mengatasinya.

Wajar jika seorang anak yang ditolak dalam lingkungan sosial merasa sedih, kecewa, dan merasa tidak dihargai.

Yang terbaik adalah jika orang tua tidak menerima begitu saja. Jangan meremehkan mereka, tetapi rangkul mereka dengan lembut.

Pasalnya, sebuah penelitian di Journal of Biological Sciences menyebutkan bahwa pengalaman penolakan sosial sangat mirip dengan rasa sakit fisik. Jadi, bersikaplah lembut pada bayi.

Pengaruh Anak Musuh Teman

Ketika anak-anak dihina oleh temannya dan mereka hanya bisa menerimanya, hal ini dapat menyebabkan pertemanan yang toxic atau pertemanan yang tidak sehat.

Lihat juga:  Cara Menghilangkan Bruntusan Di Wajah Bahan Alami

Tentu banyak dampak negatif yang akan dirasakan anak jika terlalu lama berada dalam pertemanan yang toxic, seperti stres emosional, citra diri negatif, hingga depresi.

Jika tidak segera diatasi, pertemanan yang toxic juga akan mengganggu perkembangan kepribadian anak dan kelancaran belajar di sekolah.

Itu sebabnya menurut psikolog klinis Dr. Susan Heitler dalam laman Psychology Today menjelaskan, Sobat harus berhati-hati dalam memperhatikan tanda-tanda anak terjebak dalam pertemanan yang beracun, seperti:

  • Perubahan kepribadian yang drastis, termasuk sering berbohong, berdebat atau bahasa kasar, dan melanggar aturan.
  • Prestasi sekolah menurun, sering melalaikan tugas dan pekerjaan rumah (PR), juga sering keluar rumah tanpa alasan yang jelas.
  • Nampaknya ia sering meragukan dirinya sendiri dan terlalu mengandalkan pendapat teman-temannya.

Cara Membantu Anak Membenci Temannya

Menghadapi anak yang bermusuhan dengan temannya harus dilakukan sesegera mungkin.

Tapi, yang jelas bukan melarang anak bertemu temannya, menghakimi atau mengkritik anak, apalagi terus memarahi teman yang bersangkutan.

Lihat juga:  Cara Mengusir Nyamuk Secara Alami Dr Oz

Lebih bijak dan efektif jika Bunda membantu anaknya keluar dari pertemanan yang toxic dengan cara-cara berikut:

1. Bicaralah Dengan Anak-Anak

Komunikasi Orangtua-Anak

Menurut Matthew Goldine PhD, Psikolog Klinis Anak, membuka diskusi tentang perubahan yang Sobat lihat pada anak-anaknya ketika bergaul dengan teman-teman tertentu merupakan langkah penting dalam mengatasi pertemanan masa kanak-kanak yang beracun.

Tidak perlu menghakimi atau berkomentar negatif tentang sahabat, Sobat.

Ada baiknya mengajukan beberapa pertanyaan untuk membantu Ibu dan anak mengevaluasi hubungan dengan teman, seperti:

  • “Bagaimana perasaanmu saat bersama X?”
  • “Apakah menurutmu X termasuk dalam kriteria sahabat seperti yang kita bahas tadi?”
  • “Jika kamu X, apakah kamu akan melakukan hal yang sama kepada teman-temanmu?”

Dengarkan dengan empati jawaban anak Anda, lalu ulangi kriteria teman baik, manfaat pergaulan positif, dan perilaku positif yang sudah diajarkan di rumah.

Tentu tidak dengan nada menceramahi, Sobat.

2. Perlahan Jauhkan Anak dari Teman yang Bermasalah

Seorang anak dibenci oleh temannya

Memang tidak mudah melepaskan pertemanan yang tidak sehat, apalagi jika teman yang bermasalah cenderung mendominasi dan manipulatif.

Lihat juga:  Cara Menggemukan Badan Secara Alami

Itu sebabnya psikoterapis dan penulis buku Start Talking: A Girl’s Guide for You and Your Mom about Health, Sex, or Anything (2018), Mary Jo Rapini, merekomendasikan agar orang tua dan anak membuat rencana untuk tetap berteman dengan masalah bersama, seperti :

  • Kurangi frekuensi pertemuan dengan menolak ajakan keluar bermain, serta tidak mengajak teman pulang bersama atau bermain di rumah.
  • Kurangi frekuensi komunikasi, misalnya dengan tidak banyak mengobrol di sekolah atau hanya membalas pesan singkat.
  • Membiarkan anak menggunakan Ayah dan Ibu sebagai alasan saat mereka menolak ajakan bermain atau melakukan sesuatu.

Dengan membuat rencana bersama untuk menghadapi anak yang memusuhi temannya, ia akan merasa lebih aman dan percaya diri untuk bersikap asertif karena mendapat dukungan penuh dari Ibu apapun situasinya.

Jadi, anak-anak Mom dan Dad bisa menjalani kehidupan sosial yang lebih baik. Kesehatan fisik dan mentalnya juga akan lebih terjaga.

3. Ajarkan Bagaimana Menjadi Tegas pada Batasan Pribadi

Anak Dibuang Teman

Mengatakan tidak pada teman yang pernah dekat dengannya tentu tidak mudah, jadi Sobat perlu mengajari anak untuk berani mengatakan tidak dan bersikap tegas saat dibutuhkan.

Lihat juga:  Cara Mengobati Bau Kaki

Sesekali ajak si kecil berlatih dengan skenario yang memungkinkan.

Misalnya, ketika seorang teman meminta mereka melakukan sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman atau melanggar aturan seperti menyontek atau tidak pulang dan anak-anak bermain sampai malam.

4. Dorong anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang sesuai dengan minatnya

Anak-anak dan Teman Sebaya

Ketika anak bermusuhan dengan temannya, mereka akan cenderung merasa bahwa mereka tidak memiliki tempat yang aman untuk mencari teman.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mendorongnya bergaul dengan lebih banyak teman baru yang dapat memberikan pengaruh positif.

Nah, salah satu caranya adalah dengan mengajak anak-anak untuk bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan minatnya.

Entah itu bermain les musik, bergabung dengan klub sepak bola atau ekstrakurikuler pencak silat.

Diskusi dan negosiasi penting untuk mengatasi pertemanan beracun anak, tetapi Anda juga harus tegas jika anak Anda terus melanggar aturan atau menunjukkan perilaku negatif.

Lihat juga:  Cara Mengobati Darah Tinggi Dengan Bawang Putih

5. Pertimbangkan Konseling dan Dukungan Lain

Psikolog Anak

Jika kejadian anak dimusuhi teman sudah terlalu mendarah daging di hati dan pikiran anak, mungkin orang tua perlu mempertimbangkan konseling dan dukungan lainnya.

Jangan remehkan kondisi psikologis anak ya? Sebab, hal ini justru akan terasa lebih menyakitkan dan berlangsung lebih lama dibandingkan rasa sakit fisik.

Jika Bunda dan Ayah sudah tidak mampu lagi mengatasinya, cobalah untuk mendapatkan bantuan konseling dan dapatkan dukungan lainnya.

Apalagi ketika anak sudah menunjukkan perilaku yang tidak biasa bahkan mengarah pada gejala depresi.

Segeralah mencari saran dari dokter atau ahli kesehatan mental untuk mengatasinya.

Itulah salah satu cara yang tepat untuk membantu anak-anak yang dibenci oleh teman-temannya, agar memiliki kehidupan sosial yang lebih sehat.

Pada dasarnya, Ayah dan Ibu sebagai orang tua harus selalu ada untuk anak-anaknya.

Jangan biarkan mereka menghadapinya sendirian karena dapat merusak kondisi mental mereka dalam jangka panjang.