Ini Cara Ganjar Pranowo Pengentasan Kemiskinan, Sekolah Gratis untuk Keluarga Miskin

SURAKARTA – Memberikan akses pendidikan yang baik kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu adalah cara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mengentaskan dan mengurangi kemiskinan di Jawa Tengah. Gagasan sederhana ini muncul ketika ditemukan banyak keluarga miskin yang berpendidikan rendah.

“Saya menemukan keluarga yang tidak sekolah. Mereka bahkan tidak bisa mengakses sekolah. Padahal idenya adalah anak-anak yang, maaf, berasal dari keluarga kurang mampu bisa mengaksesnya. Sesederhana itu,” kata Ganjar saat meresmikan revitalisasi tujuh SMK di SMKN 8 Surakarta, Rabu 1 Februari.

Akses ke Pendidikan

Dari dulu, Ganjar Pranowo dia mulai menjalankan sekolah gratis untuk keluarga kurang mampu dan miskin agar mereka dapat mengakses pendidikan. Pada tahun 2014 tepatnya SMK Jawa Tengah dibuka khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Lihat juga:  Cara Mengobati Bintitan Di Kelopak Mata

Di sekolah dengan sistem boarding school, siswa tidak perlu membayar sepeser pun. Semua biaya kuliah gratis, termasuk seragam, makanan, dan akomodasi. Syarat diterima di SMK Jawa Tengah hanya satu, yaitu berasal dari keluarga kurang mampu.

“Ini hanya untuk mereka yang keluarga miskin. Negara membiayai pendidikan selama tiga tahun (hingga tamat). Dananya kami biayai dari APBD. Tapi penyalurannya kurang, makanya kami dorong,” jelasnya.

Ganjar Pranowo saat meresmikan revitalisasi tujuh SMK di SMKN 8 Surakarta, Rabu 1 Februari. (IST)

Lihat juga:  Cara Mengobati Ejakulasi Dini Alami

Hingga saat ini telah berdiri tiga SMKN yaitu SMKN Jawa Tengah di Kota Semarang, SMKN Jawa Tengah di Kabupaten Pati, dan SMKN Jawa Tengah di Purbalingga. Ketiga sekolah tersebut menggunakan sistem boarding school. Model ini akan direplikasi di sekolah atau SMK yang sudah ada, namun dimodifikasi dengan sistem semi boarding school.

“Hari ini kita perpanjang dengan 15 pesantren semi. Bersama tiga pesantren, sudah ada 18 sekolah khusus anak kurang mampu. Kami juga menyiapkan 17 sekolah lainnya,” ujar Ganjar dalam sambutannya.

Lihat juga:  Cara Menembus Alam Jabarut

Ganjar mengungkapkan, dari tiga SMKN Jateng banyak bermunculan contoh-contoh bagus. Lulusannya terbukti mampu bekerja di perusahaan ternama, bahkan bekerja di luar negeri dengan gaji di atas rata-rata. Mereka juga mampu menjadi tulang punggung dan mengangkat derajat keluarga.

“Alhamdulillah bagus. Jadi kalau kita ingin mengurangi angka kemiskinan, kalau kita menyekolahkan salah satu keluarga anaknya dengan baik, maka mereka bisa membantu keluarganya nanti,” kata gubernur dua periode itu.

Melihat praktik ini memberikan hasil yang baik, Ganjar mencoba memperkuatnya dengan menggandeng perusahaan untuk bekerja sama menciptakan industri pembelajaran. Jika selama ini yang dilakukan di SMKN Jawa Tengah masih menggunakan dana APBD, maka untuk pengembangan di sekolah lain bisa melalui kerjasama dengan pihak swasta.

Lihat juga:  Tugas Kepala Sekolah Sma

“Nanti selebihnya kita minta bantuan peralatan yang kurang, kemudian koneksi dengan industri, termasuk magang, praktek sampai kurikulum apa yang dibutuhkan. Itu nanti kita kembangkan,” terangnya.

Bahkan, dalam beberapa rapat koordinasi penanganan kemiskinan ekstrem di berbagai daerah, Ganjar menegaskan harus mencari anak usia sekolah yang tidak bisa mengakses pendidikan. Semakin banyak anak-anak dari keluarga miskin yang terdidik, semakin berhasil pengentasan kemiskinan.

“Kalau kita bisa menemukan lebih banyak keluarga miskin, SMK ini bisa, rasanya pengentasan kemiskinan akan jauh lebih tuntas, cepat dan lama,” pungkasnya. Ganjar Pranowo.