5 Tujuan Mengambil Investasi Jangka Pendek, Ketahui di Sini!

Investasi jangka pendek merupakan salah satu pilihan bagi investor yang ingin memperoleh keuntungan dalam waktu singkat. Tujuan mengambil investasi jangka pendek sangatlah beragam, mulai dari memperoleh modal cepat, mengontrol risiko keuangan, hingga untuk mempersiapkan dana untuk kebutuhan mendesak. Namun, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, sebaiknya kenali lebih dalam lagi tentang investasi jangka pendek dan risikonya.

5 Tujuan Mengambil Investasi Jangka Pendek, Ketahui di Sini!

Ketika kamu melakukan investasi, tentunya kamu memiliki tujuan dalam melakukan hal tersebut. Investasi ada tiga jenis, jangka pendek, menengah, dan panjang. Namun di sini kami akan membahas mengenai investasi jangka pendek. Banyak orang memilih investasi jangka pendek untuk memenuhi tujuan mereka. Namun, apa saja tujuan investasi jangka pendek?

Tujuan investasi jangka pendek tentunya sangat beragam. Kebanyakan dari tujuan tersebut biasanya dipengaruhi oleh faktor bahwa investasi jangka pendek memiliki waktu yang singkat dan bisa mendapatkan keuntungan dengan cepat. Itu adalah salah satu penyebab kenapa orang-orang memilih investasi jangka pendek sebagai jenis investasi yang mereka gunakan.

Investasi jangka pendek juga lebih sering dipilih oleh investor baru karena beberapa hal penting yang dimilikinya. Kalau kamu baru saja mengenal investasi dan belum tahu penjelasan yang dimiliki oleh setiap istilah yang dimilikinya, maka di Online, kamu bisa menemukan berbagai macam hal terkait dengan investasi jangka pendek sampai tujuan investasi jangka pendek yang dimiliki oleh orang-orang.

Apa Itu Investasi Jangka Pendek?

Investasi jangka pendek merupakan produk investasi yang disimpan dengan cara menyetor dana pada produk investasi tertentu dalam jangka waktu yang terbilang singkat.

Keuntungan serta modal dari investasi ini juga bisa dicairkan dalam waktu yang cukup singkat, biasanya 3 bulan atau kurang dari waktu 1 tahun.

Sifat dari dana aktivitas investasi jangka pendek bisa dalam bentuk pendapatan tetap atau pemasukan pada periode waktu tertentu atau bisa ditransaksikan dan dicairkan.

Itulah kenapa investasi dengan jangka waktu pendek ini memiliki cukup banyak jenis sehingga bisa memberikan keuntungan yang juga menjanjikan.

Kalau kamu adalah seorang investor yang target keuangannya jangka pendek maka keuntungan yang kamu dapatkan biasanya berasal dari perubahan suku bunga.

Itulah kenapa dengan kurun waktu yang tidak panjang, keuntungan yang didapatkan investor juga tidak akan terlalu besar tetapi risikonya juga tidak besar.

Bukan hanya bisa digunakan sebagai strategi menanam modal tetapi investasi dengan jangka pendek ini bisa dijadikan strategi diversifikasi.

Strategi ini dilakukan dengan cara meletakkan modal investasi pada produk yang tingkat resikonya rendah supaya risiko kerugian yang dimiliki oleh portofolio investasi seseorang bisa diminimalkan ketika pasar modal sedang mengalami fluktuasi.

Perbedaan Investasi Jangka Pendek vs Investasi Jangka Panjang

Kalau dilihat dari definisinya investasi jangka pendek merupakan investasi yang jangka waktunya kurang dari waktu 1 tahun dan tujuannya supaya bisa memenuhi kebutuhan dalam waktu dekat.

Lihat juga:  Cara Mengencangkan Kulit Wajah Secara Alami

Contohnya kamu ingin renovasi rumah atau pergi ke luar negeri. Kalau kamu melakukan investasi jangka pendek maka kamu bisa melakukan investasi dengan jumlah yang kecil terlebih dahulu.

Kamu juga bisa memilih instrumen investasi yang fluktuasinya kecil supaya risikonya juga tidak besar.

Contoh instrumen investasi yang bisa kamu gunakan untuk melakukan investasi jangka pendek adalah deposito, reksadana pasar uang dan peer to peer lending.

Investasi jangka panjang sendiri merupakan invest yang jangka waktunya lebih dari satu tahun dan bahkan bisa mencapai puluhan tahun.

Investasi semacam ide membuat investor bisa mendapatkan pemasukan dalam jangka panjang yang keuntungannya konsisten atau bahkan lebih tinggi ketika menggunakan skema compounding.

Investasi yang satu ini sering dipilih untuk menyiapkan dana pendidikan anak, dana pensiun dan dana darurat.

Tujuan Investasi Jangka Pendek

Ketika kamu melakukan investasi tentunya kamu ingin mendapatkan keuntungan.

Namun, bukan hanya keuntungan saja yang bisa kamu dapatkan dari melakukan sebuah investasi, terutama investasi jangka pendek.

Ada beberapa manfaat lain yang bisa kamu dapatkan dari melakukan investasi jangka pendek dan hal ini membuat banyak orang memilih investasi jangka pendek sebagai instrumen investasi mereka.

Karena itulah di sini kami memberikan daftar tujuan investasi jangka pendek yang biasa dimiliki orang untuk memulai investasi jenis ini.

1. Menambah Pemasukan

Hal pertama yang sering dijadikan tujuan investasi jangka pendek oleh para investor adalah menambah pemasukan.

Seperti yang sudah kami bilang sebelumnya, seseorang melakukan investasi tentunya ingin mendapatkan keuntungan sehingga kalau kamu mendapatkan keuntungan dari investasi jangka pendek maka tentunya pemasukan kamu juga akan bertambah.

Investasi jangka pendek bisa dijadikan sumber penambah pemasukan karena jangka waktu investasinya yang relatif pendek sehingga kamu tetap bisa menghitungnya sebagai pemasukan.

Pemasukan ini tentunya bisa kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang kamu miliki tetapi banyak orang juga yang memutuskan untuk menggunakan tambahan pemasukan ini untuk menambah modal investasi mereka yang baru sehingga mereka tidak perlu merogoh pemasukan asli mereka untuk melakukan investasi baru.

Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan bagi seseorang yang pemasukan utamanya tidak terlalu besar sehingga membutuhkan tambahan pemasukan untuk melakukan investasi lain.

Namun, kalau kamu ingin mendapatkan tambahan pemasukan yang jumlahnya lebih besar maka kamu bisa memilih instrumen investasi peer to peer lending karena deposito atau obligasi memiliki return yang terbilang kecil sehingga tambahan pemasukan yang kamu dapatkan akan kemungkinan besar tidak membantu kamu dalam jangka waktu pendek, terutama kalau kamu menanam modal dalam jumlah yang kecil.

Namun, jangan jadikan alasan ini untuk membuat kamu tidak memulai investasi. Kamu tetap bisa memulai sebisa kamu untuk bisa mendapatkan keuntungan nantinya.

2. Sebagai Modal Bisnis

Tujuan kedua yang sering dijadikan orang-orang sebagai alasan untuk melakukan investasi jangka pendek adalah sebagai modal bisnis.

Kalau kita ingin membangun sebuah bisnis maka tentunya kita membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Kita tentunya bisa meminjam dari bank untuk memenuhi kebutuhan modal yang kita miliki untuk membangun bisnis tersebut tetapi tentunya akan ada bunga yang harus kita bayarkan sehingga tentunya jumlah yang kita bayarkan untuk membayar utang tersebut akan lebih besar.

Kalau kamu tidak suka berhutang, apalagi membayar bunga maka kamu bisa memilih untuk melakukan investasi jangka pendek.

Lihat juga:  10 Menu Sahur Lezat dan Mengenyangkan untuk Puasa Ramadan

Investasi jangka pendek sangat cocok untuk kamu jadikan sebagai bantuan modal bisnis karena jangka waktunya yang pendek.

Kamu tidak butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa mendapatkan keuntungan yang nantinya bisa kamu gunakan sebagai modal bisnis.

Hanya dalam waktu beberapa bulan saja kamu bisa mendapatkan keuntungan untuk kamu gunakan sebagai modal bisnis.

Dengan melakukan cara ini maka kamu akan terbebas dari hutang dan juga tabungan untuk dana yang lain juga tidak akan tersentuh untuk membangun bisnis.

Hal ini juga akan membuat kamu lebih aman dari risiko finansial karena kamu tidak menggunakan tabungan dana darurat kamu untuk membangun sebuah bisnis sehingga kamu masih memiliki simpanan yang bisa membantu kamu untuk melanjutkan hidup kamu ketika bisnis kamu tidak berhasil.

3. Membangun Pengalaman Investasi

Tujuan yang satu ini mungkin akan membuat kamu bingung akan alasan kenapa orang-orang memilihnya.

Namun, sebenarnya alasannya sangat mudah, jangka waktu yang pendek dan keuntungan yang cepat.

Tidak ada lelahnya kami mengatakan kalau seorang investor pastinya ingin mendapatkan keuntungan ketika melakukan investasi dan pastinya mereka ingin mendapatkan keuntungan ini secara cepat.

Investasi jangka pendek lah yang bisa mereka pilih untuk bisa merealisasikan keinginan mereka yang satu ini.

Selain bisa mendapatkan keuntungan secara cepat, investor tersebut juga bisa membangun pengalaman investasi.

Kalau kamu adalah investor baru maka tentunya kamu tidak ingin langsung mengeluarkan modal yang besar untuk melakukan investasi dan menunggu waktu berpuluh-puluh tahun untuk bisa mendapatkan keuntungannya.

Investasi jangka pendek akan memberikan kamu rasa icip terhadap investasi supaya kamu bisa mengetahui vibe dari memilih sebuah instrumen investasi dan menentukan risiko yang ingin kamu terima.

Kamu juga akan bisa menjadi lebih tenang ketika terjadi fluktuasi di pasar modal karena investasi jangka pendek tentunya akan menerima pengaruh yang lebih besar daripada investasi jangka panjang ketika terjadi fluktuasi di pasar.

Kamu akan lebih paham kalau pasar modal tidak akan selamanya berada dalam keadaan stagnan dan ada saat-saat di mana pasar tersebut mengalami fluktuasi dan kamu harus tetap tenang sebelum mengambil keputusan.

4. Menjadi Passive Income

Tujuan selanjutnya adalah menjadi passive income.

Tujuan yang satu ini cukup mirip dengan tujuan yang sebelumnya untuk menambah pemasukan seseorang.

Kalau kamu belum tahu arti dari pasif income maka kami akan memberitahunya di sini.

Passive income merupakan pendapatan yang kamu dapatkan dengan melakukan usaha seminimal mungkin.

Kalau kamu bekerja dan akhirnya kamu mendapatkan pendapatan, hal itu disebut sebagai active income.

Hal itu disebabkan oleh kamu yang perlu bekerja untuk mendapatkan keuntungan tersebut tetapi passive income tidak membutuhkan usaha yang besar untuk bisa mendapatkan keuntungan.

Investasi jangka pendek tentunya memberikan hal tersebut.

Kamu hanya perlu menaruh modal kamu pada suatu instrumen investasi dan menunggu selama beberapa bulan dan akhirnya kamu akan mendapatkan keuntungan yang kamu damba-dambakan.

Namun, tentunya ketika kamu memutuskan untuk menarik investasi kamu dari investasi jangka pendek maka tentunya pasif income ini juga tidak akan lagi kamu dapatkan sehingga lebih baik untuk menggunakan pasif income ini sebagai modal untuk melakukan investasi baru sehingga kamu tetap mendapatkan keuntungan secara terus-menerus.

Pendapatan yang satu ini akan sangat berguna ketika kamu terkena PHK dan tidak lagi bekerja.

Kamu akan tetap mendapatkan keuntungan meski kamu tidak bekerja sama sekali.

Lihat juga:  7 Menu Sahur Kekinian, Gak Melulu Nasi dan Lauk yang Membosankan.

Hal ini Tentunya merupakan hidup yang didambakan oleh sangat banyak orang.

5. Sebagai Dana Darurat

Tujuan terakhir yang sering dijadikan seseorang untuk memilih investasi jangka pendek sebagai investasi yang mereka pilih adalah sebagai dana darurat.

Lagi-lagi karena sifatnya yang singkat, investasi ini sering dijadikan pilihan ketika seseorang butuh untuk memenuhi kebutuhan mendadak yang mereka miliki.

Dengan menggunakan investasi jangka pendek, kamu bisa memilih untuk menarik investasi kamu kapan saja kamu mau.

Hal ini tentunya akan sangat berguna ketika kamu menghadapi suatu musibah dan kamu membutuhkan dana darurat untuk membantu kamu melewati keadaan finansial tersebut.

Namun, hal ini tidak akan bisa kamu rasakan atau akan sulit kamu rasakan kalau misalnya kamu memilih untuk menggunakan deposito sebagai instrumen investasimu.

Hal itu disebabkan oleh deposito memiliki waktu jatuh tempo sehingga kemungkinan besar kamu akan sulit untuk mengambil uang tersebut tanpa terkena denda dan juga tentunya kamu tidak akan bisa mendapatkan keuntungan sama sekali ketika kamu mengambilnya tidak sesuai dengan jatuh tempo yang sudah ditentukan sebelumnya.

Instrumen investasi yang bisa kamu pilih bisa berbentuk Reksadana atau obligasi yang bisa kamu tarik kapan saja.

Dana darurat ini tentunya akan sangat penting untuk kamu miliki, terutama kalau terjadi bencana.

Kamu tidak mau bencana yang terjadi mempengaruhi kondisi finansial kamu sehingga kamu membutuhkan dana darurat untuk membantu kamu terus bertahan.

Investasi jangka pendek bisa membantu kamu untuk membentuk dana darurat yang kamu butuhkan.

Karakteristik Investasi Jangka Pendek

Kalau kamu ingin melakukan investasi jangka pendek maka kamu harus tahu kalau kamu perlu mencari instrumen investasi yang sifatnya bisa diperjualbelikan atau dicairkan dengan mudah.

Biasanya, jenis investasi dari investasi jangka pendek adalah produk investasi yang risikonya rendah.

Contohnya seperti deposito atau reksadana yang sering dijadikan pilihan investasi jangka pendek.

Namun, saat pandemi Corona suku bunga acuan, suku simpanan dan suku pinjaman telah diturunkan oleh Bank Indonesia sehingga penghasilan yang didapatkan dari deposito hanya sebesar 5% atau bahkan kurang dari 5%.

Peer to peer lending bisa kamu jadikan alternatif tetapi kamu harus tetap selektif ketika ingin memilih usaha karena ada beberapa industri yang tentunya akan lebih menguntungkan untuk dijadikan tempat investasi.

Kalau kamu menemukan usaha yang tepat maka keuntungannya kamu bisa mencapai 15%.

Bukan hanya peer to peer lending dan deposito tetapi dana investasi juga bisa diletakkan di reksadana.

Hal ini disebabkan oleh suku bunga acuan yang sedang mengalami penurunan sehingga kinerja dari pasar obligasi dan pasar uang bisa lebih terdorong.

Sampai akhir tahun ini, kamu bisa mendapatkan keuntungan dari reksa dana pasar sampai 5 atau 6%.

Namun, kalau kamu melakukan diversifikasi investasi maka keuntungan kamu juga akan bisa lebih tinggi lagi.

Ketiga jenis produk investasi yang telah disebutkan di atas sangat cocok untuk kamu pilih ketika kamu ingin mendapatkan hasil investasi yang lebih cepat untuk membantu kamu memenuhi dana darurat.

Investasi semacam ini juga lebih sering dipilih oleh investor yang pendapatannya belum pasti atau terbilang kecil.

Itu karena pendapatan mereka yang kecil sehingga sulit untuk menahan dana mereka pada instrumen investasi untuk melakukan investasi jangka menengah maupun panjang.

Jenis-jenis Investasi Jangka Pendek

Berikut ini adalah beberapa jenis investasi jangka pendek yang bisa kamu pilih.

Lihat juga:  Cara Mengobati Cacar Air Pada Bayi 7 Bulan

Deposito

Deposito merupakan produk tabungan yang ditawarkan oleh cukup banyak lembaga perbankan di mana kamu akan menyetorkan dana dan kamu bisa mengambil uangmu sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditentukan.

Dananya nanti akan dicairkan sesuai dengan jatuh tempo.

Keuntungan didapatkan dari bunga yang ada dan sifatnya tetap sampai masa jatuh tempo.

Namun, dana simpanan ini harus diambil sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditentukan karena kalau dana diambil sebelum jatuh tempo terjadi maka nasabah harus membayar denda yang sudah ditentukan oleh pihak bank.

Pastikan juga kalau lembaga perbankan yang kamu pilih sudah menjadi anggota lembaga penjamin simpanan supaya keamanan investasi kamu bisa lebih terjamin.

Lembaga ini memberikan jaminan pengembalian simpanan sampai 2 miliar rupiah kalau pihak bank memiliki kendala keuangan.

Investasi deposito kamu bisa lebih aman dan kamu juga bisa untung tanpa harus khawatir.

Reksa dana

Jenis instrumen investasi yang lainnya adalah Reksadana di mana Dana kamu dan investor lainnya akan dikumpulkan dan dikelola oleh manajer investasi.

Karena sistemnya kamu berinvestasi dengan para investor lain, maka kamu bisa memulai investasi mulai dari 10.000 saja.

Kamu juga bisa melakukan investasi secara bebas dan mendapatkan untung tanpa harus memikirkan strategi dalam pengelolaan dana karena pengelolaan yang sudah dilakukan oleh manajer investasi.

Kamu bisa memilih berbagai macam jenis investasi reksadana seperti Reksadana pasar uang ataupun Reksadana saham.

Namun, kalau kamu ingin investasi jangka pendek maka lebih baik memilih reksadana yang risikonya rendah seperti pasar uang.

Reksadana ini biasanya akan dialokasikan pada obligasi yang jatuh temponya kurang dari waktu 1 tahun sehingga memiliki tingkat risiko yang lebih rendah tapi tetap memberikan keuntungan.

SBN

Bukan hanya Reksadana dan deposito tetapi kamu juga bisa berinvestasi pada surat berharga negara.

Kamu hanya membutuhkan satu juta rupiah untuk memulai investasi ini dan kamu juga bisa membelinya lewat berbagai macam platform.

Instrumen ini cukup diminati oleh investor karena memiliki peluang keuntungan yang cukup menggiurkan dan juga aman.

Ketika memiliki SBN maka kamu bisa mendapatkan pembayaran modal dan juga kupon imbalan dalam kurun waktu tertentu.

Ada berbagai macam jenis surat berharga negara yang bisa kamu pilih sehingga kamu juga bisa memilih berbagai macam surat yang ingin kamu beli untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kamu.

P2P lending

Pilihan yang terakhir adalah peer to peer lending yang merupakan kegiatan peminjaman modal antar para investor kepada pihak peminjam.

Instrumen ini cukup sering dipilih oleh pemilik modal tapi memiliki tingkat risiko yang sedikit lebih besar kalau dibandingkan dengan produk-produk lainnya.

Instrumen ini memiliki cara kerja di mana investor akan menanamkan modal kepada beberapa peminjam yang membutuhkan dana lewat perusahaan fintech.

Kamu harus memilih perusahaan yang sudah legal dan terpercaya serta terdaftar di OJK supaya kamu tidak menemukan perusahaan bodong.

Kelebihan Investasi Jangka Pendek

Berikut ini adalah beberapa kelebihan investasi jangka pendek yang bisa membuat kamu meliriknya untuk kemudian melakukan invest.

Keuntungan didapat lebih cepat

Kelebihan yang dimiliki oleh investasi jangka pendek adalah investor bisa menentukan waktu investasinya sendiri.

Jangka waktu yang bisa dipilih adalah satu bulan sampai 12 bulan dan memiliki kemungkinan besar kalau investor bisa mendapatkan keuntungan dalam waktu cepat.

Keuntungan yang didapatkan akan dipengaruhi oleh tingkat suku bunga tetapi kalau kamu memperhitungkan modal dengan sesuai maka keuntungan yang kamu dapatkan bisa kamu jadikan modal investasi baru tanpa harus mengurangi modal awal yang kamu miliki.

Lihat juga:  10 Menu Buka Puasa yang Populer dan Mudah Dibuat

Investasi jangka pendek akan memberikan kamu keuntungan dalam jangka waktu yang cukup cepat tetapi kalau kamu ingin memperlancar tujuan finansial kamu di masa depan maka pilihlah investasi jangka panjang.

Lebih fleksibel

Kelebihan lain yang dimiliki oleh investasi jangka pendek adalah fleksibilitasnya.

Fleksibilitas yang dimaksud adalah investor bisa mencairkan aset investasi menjadi uang tunai secara lebih mudah.

Keuntungan atau sebagian dari modal yang kamu masukkan ke dalam instrumen investasi bisa kamu ambil untuk kebutuhan mendadak.

Namun, proses pencairan dana tentunya akan membutuhkan waktu tetapi hanya membutuhkan beberapa hari kerja.

Bisa dijadikan tabungan dana darurat

Instrumen investasi jangka pendek bisa kamu jadikan tabungan dana darurat.

Menyiapkan dana darurat merupakan langkah yang sangat baik dalam pengelolaan uang.

Dana darurat ini adalah sumber dana yang kamu siapkan ketika ada keadaan darurat.

Kalau kamu menyimpan dana darurat ini maka kamu tidak perlu khawatir karena kamu bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari naiknya nilai investasi sesuai dengan dana khusus yang sudah kamu masukkan setiap bulannya.

Kekurangan Investasi Jangka Pendek

Selain kelebihan terdapat beberapa kekurangan yang melekat pada investasi jangka pendek yang bisa kamu pertimbangkan sebagai alasan untuk tidak memilihnya.

Harus mendapat perhatian khusus

Kekurangan yang dimiliki oleh investasi jangka pendek adalah kamu harus memberikan perhatian khusus terhadap investasi yang kamu miliki.

Karena sifatnya sementara maka kamu harus tahu risiko, jenis investasi yang akan kamu pilih serta aspek lainnya.

Hal ini penting untuk dilakukan supaya tujuan kamu bisa direalisasikan.

Kamu harus selalu mengawasi pergerakan dari investasi yang kamu miliki.

Bukan hanya perhatian khusus tetapi kamu juga harus memberikan waktu luang yang cukup banyak agar prospek dari investasi jangka pendek ini bisa tetap tercapai.

Kekurangan dari investasi jangka pendek adalah waktu yang harus kamu berikan pada investasi ini.

Nilainya fluktuatif

Nilai aset investasi jangka panjang memang tidak mengalami fluktuatif tapi hal ini sebenarnya bisa kamu temukan di banyak instrumen investasi.

Namun, hal ini memang akan lebih terlihat pada investasi jangka pendek karena jangka waktunya yang dilakukan sebentar sehingga fluktuatif kecil saja bisa mempengaruhi kondisi finansial kamu secara signifikan.

Itulah kenapa kamu harus selalu memikirkan risiko dan jenis investasi apa yang ingin kamu gunakan ketika kamu ingin melakukan investasi jangka pendek.

Itulah beberapa tujuan investasi jangka pendek yang banyak dipilih oleh orang-orang sebagai alasan mereka melakukan investasi jangka pendek.

Kalau kamu tertarik untuk melakukan investasi dan sekarang adalah pertama kalinya kamu melakukan investasi maka lebih baik untuk melakukan investasi jangka pendek supaya risikonya tidak terlalu besar dan modal yang kamu keluarkan juga tidak terlalu besar.

Semoga dengan adanya informasi tentang managemen aset ini, kamu bisa lebih paham dengan investasi jangka pendek dan tujuan yang banyak orang miliki untuk melakukan investasi jangka pendek.

in Conclusion

Dalam investasi, memiliki tujuan sangat penting. Salah satu tujuan yang umum dicari adalah investasi jangka pendek. Alasan-alasan investasi jangka pendek yang umum dicari terkait dengan likuiditas, keamanan, dan profitabilitas yang diinginkan dalam waktu singkat. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, para investor cenderung memilih jenis investasi seperti deposito, reksadana pendapatan tetap, obligasi, atau diversifikasi portofolio. Cermati pula risiko dan potensi keuntungan tiap jenis investasi sebelum memutuskan untuk melakukan investasi jangka pendek.

Temukan artikel menarik lainnya di Google News

#Tujuan #Mengambil #Investasi #Jangka #Pendek #Ketahui #Sini arbo 5 Tujuan Mengambil Investasi Jangka Pendek, Ketahui di Sini!