Perlu Tahu! Alasan Obat Puasa dan Bekal Pengganti untuk Ibu Hamil

Sobat, selamat datang di artikel yang penting ini! Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa obat harus dihindari saat menjalani ibadah puasa? Kebanyakan obat mengandung senyawa kimia yang dapat membahayakan tubuh saat tidak ada asupan makanan dalam waktu yang lama. Tapi jangan khawatir, di artikel ini akan dibahas tentang bekal pengganti yang aman dan sehat untuk ibu hamil yang menjalani ibadah puasa. Yuk, simak informasinya lebih lanjut!

Puasa termasuk dalam rukun Islam, namun Islam telah memberikan pengecualian berpuasa bagi ibu hamil. Hal ini mendapat penjelasan berupa dalil Al-Quran dan hadits.

Jurnal Ilmiah Syariah menyatakan bahwa para ulama sepakat bahwa puasa Ramadhan harus dipraktikkan dan sehat pada setiap orang dewasa, intelektual, mukim atau tempat tinggalnya, asalkan tidak menjadi penghalang untuk berpuasa, seperti menstruasi atau nifas pada wanita.

Namun, di antara kemudahan syariat Islam adalah meyakinkan ibu hamil untuk tidak berpuasa agar tidak mengkhawatirkan kondisi diri dan janin.

Saran Bantuan Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa adalah perintah yang harus digenapi oleh umat Islam. Namun, orang-orang dengan “Uzul Syari’i” atau cacat tertentu diberikan ruksha atau kemurahan hati oleh Allah SWT.

Ada beberapa kelompok dalam Islam yang tidak perlu berpuasa selama Ramadhan, termasuk ibu hamil atau menyusui.

Meninggalkan puasa Ramadhan dapat dilakukan oleh ibu hamil atau menyusui yang peduli dengan kesehatan diri dan bayinya.

Sebaliknya, ibu hamil dan menyusui harus kada atau bertukar puasa yang ditinggalkan di luar Ramadhan atau membayar fidia.

Secara umum, kemurahan hati berpuasa pada ibu hamil ditegaskan dengan dalil-dalil berdasarkan sabda Nabi SAW.

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ شَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ الْمُسَافِرِ وَالْحَامِلِ وَالْمُرْضِعِ الصَّوْمَ أَوِ الصِّيَامَ

Artinya, “Sesungguhnya Allah al-Za wa Jallah menghilangkan separuh shalat kepada musyawarah musafir.” Allah juga telah menghapuskan puasa bagi para pelancong, ibu hamil dan wanita menyusui” (HR Ahmad).

Asumsi lain termasuk:

1. Allah SWT memudahkan hamba-hamba-Nya

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

(… Yuriduraf Bikumul Yusra wa Ra Yuridu Bikmul Usla…)

Artinya, “Allah menghendaki damai bagimu dan tidak ada penderitaan bagimu” (QS Al-Baqarah:185).

Hal ini menunjukkan kasih sayang yang diberikan oleh Allah SWT. Sebab, meski sudah wajib, Allah SWT tetap memberikan keringanan.

2. Deskripsi orang yang menerima bantuan

Mereka yang mendapatkan ruksha atau keselamatan dari puasa di bulan Ramadhan dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Quran.

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

(… Fa man khana minkum Marian au allah safari fa iddatum min ayamin ukhar, wa ararazina yuttik naha fidiatun taam miskin…)

Artinya: “Dan barangsiapa di antara kamu sakit atau berbuka puasa di jalan wajib berpuasa sebanyak-banyaknya hari yang telah ditinggalkannya pada hari-hari lain.

Dan jika mereka tidak berpuasa untuk membayar phidia, adalah wajib bagi mereka yang galak untuk menyimpannya, yaitu memberi makan orang miskin” (QS Al-Baqarah:184).

Ada kelompok lain yang merasa nyaman tidak berpuasa selama berada dalam hadits, yaitu wanita yang sedang menstruasi.

عَنْ مُعَاذَةَ، قَالَتْ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ فَقُلْتُ: مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِي الصَّوْمَ، وَلَا تَقْضِي الصَّلَاةَ.فَقَالَتْ: أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ؟قُلْتُ: لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ، وَلَكِنِّي أَسْأَلُ.قَالَتْ: «كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ، فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ، وَلَا نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ» (رواه مسلم

Artinya: “Muaza pernah berkata bahwa dia bertanya kepada Aisha, aku berkata kepadanya: “Mengapa seorang wanita yang sedang menstruasi harus berpuasa dan tidak berdoa?” Lalu Aisha berkata: “Apakah kamu Hallley (Hawarij)?” Saya menjawab: “Saya bukan Hallley, tapi saya benar-benar bertanya,” jadi Aisha berkata: “Kami sedang menstruasi, kami disuruh berpuasa, kami tidak disuruh berdoa.”

Alternatif puasa untuk ibu hamil

 

Berikut ini adalah beberapa ketentuan mengenai puasa Ramadhan dan pembayaran fidia kepada ibu hamil atau menyusui:

1. Ketentuan Kada Puasa

Menurut Abdulrahman al-Juzairi dari al-Fiq al-Mazahib al-Baa, puasa Kadah untuk wanita hamil atau menyusui dibagi menjadi tiga kelompok:

  • Pertama, wanita hamil atau menyusui yang khawatir tentang kesehatannya dan tidak berpuasa
  • Kedua, ibu hamil atau menyusui yang tidak berpuasa karena khawatir dengan kesehatan janin atau bayi.
  • Ketiga, ibu hamil atau menyusui yang tidak berpuasa karena khawatir dengan kesehatan diri sendiri dan janin atau bayi.

Ketentuan puasa Kada untuk ketiga kelompok tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kadas pertama dan kedua bisa kada jumlah hari puasa yang tersisa di luar bulan Ramadhan
  • Ketiga, selain berpuasa di luar bulan Ramadhan, Anda juga perlu membayar fidia untuk jumlah hari puasa yang tersisa

Merujuk pendapat ulama Hanafi, ibu hamil atau menyusui yang belum sepenuhnya berpuasa di bulan Ramadhan harus menggantinya dengan membayar fidhya hari-hari ketika mereka tidak berpuasa.

Selain itu, ibu hamil tidak perlu lagi berpuasa pada hari-hari lain setelah Ramadhan. Fatwa ini, sebagaimana disebutkan di atas, didasarkan pada firman Allah SWT dalam Surah al-Baccarat ayat 184.

2. Ketentuan Fidia

Menurut Majelis Tarzi dan Tajdid PP Muhammadiyah, jumlah fidia yang harus dibayar oleh wanita hamil atau menyusui sama dengan 0,6 kilogram beras, yang setara dengan 3/4 liter beras pada hari puasa dalam satu hari.

Ini bisa diganti dengan nilai uang untuk makanan ini. Fidia juga dapat diberikan dalam bentuk makanan pokok, yang mencakup lauk tambahan yang harus sering dikonsumsi.

Prosedur untuk membayar fidia juga dapat dilakukan sekaligus, yaitu memberikan jumlah total hari wali yang ditinggalkan, atau secara bertahap setiap hari, memberikan hari-hari puasa yang ditinggalkan.

Apalagi fidia hanya bisa diberikan kepada satu orang miskin. Jika fidia adalah makanan siap saji, Anda dapat melakukan pembayaran harian untuk sisa hari puasa.

Karena ada pengecualian puasa untuk ibu hamil, alasannya harus dipertimbangkan terlebih dahulu untuk menentukan alternatif selain puasa.

Temukan artikel menarik lainnya di Google News

#Alasan #obat #puasa #dan #bekal #pengganti #ibu #hamil #moms #perlu #tahu arbo Alasan obat puasa dan bekal pengganti ibu hamil, moms perlu tahu!