Niat Sahur Puasa Ramadhan: Arab, Latin, Makna, dan Manfaatnya

Puasa Ramadan merupakan ibadah yang sangat mulia bagi umat Islam. Salah satu amalan terbaik adalah sahur. Niat sahur harus dibaca sebelum mulai makan. Niat Sahur ditulis dalam bahasa Arab dan Latin dan memiliki arti yang sangat penting dalam puasa Ramadhan. Dengan niat sahur maka keutamaan puasa akan bertambah.

Niat Sahur Puasa Ramadhan: Bahasa Arab, Latin, Makna dan Manfaatnya

Niat puasa Ramadhan harus dibaca malam sebelumnya saat masuk waktu maghrib sampai waktu imsak, jika tidak maka puasanya batal.

Menjelang Ramadhan, niat puasa menjadi salah satu hal yang wajib diketahui dan dipelajari. Pasalnya, untuk bisa berpuasa di bulan Ramadhan, seorang muslim harus mengungkapkan niatnya dengan benar.

Niat sahur sendiri di bulan Ramadhan harus dilaksanakan dan jika terlupa maka tidak bisa ditolerir.

Dalam artian, jika seseorang lupa bahwa dia tidak berniat berpuasa di bulan Ramadhan dan hanya mengingatnya di pagi atau sore hari, maka puasanya tidak sah.

Karena termasuk rukun puasa, apa niat sahur yang benar yang harus diingat? Cari tahu dan manfaat sahur dan puasa Ramadhan pada penjelasan di bawah ini!

Sahur dianjurkan dalam Islam

Sebelum memahami niat puasa Ramadhan yang benar, ada baiknya memahami pentingnya puasa yang dianjurkan oleh Islam.

Pasalnya, sebagian orang merasa tidak perlu sahur karena harus bangun pagi dan masih belum bisa diganggu untuk makan saat ini.

Anjuran sahur sendiri dapat dilihat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, yang isinya sebagai berikut:

“Dari Abu Saeed Hudrila, beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda: ‘Sahur itu penuh berkah. Maka janganlah pergi walaupun hanya seteguk air, karena Allah dan Malaikat memberkati orang-orang yang sedang sarapan,’” ( SDM Ahmad).

Berdasarkan hadits di atas dapat dipahami betapa dianjurkannya sahur bagi umat Islam saat berpuasa.

Jika Anda merasa perut Anda sudah kenyang atau Anda tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk makan di sore atau pagi hari maka Anda bisa mengalahkannya dengan minum air sahur yang cukup.

Lihat juga:  5 Ide Menu Buka Puasa Sehat Tetapi Tetap Nikmat

Pasalnya, secara agama sahur sendiri konon membawa keberkahan bagi umat Islam yang ingin melaksanakannya.

Padahal, jika dilihat dari nilai intelektualnya, sahur bisa mencegah seseorang dari rasa lemas dan depresi saat berpuasa.

Seperti yang terlihat dari hikmah dan keutamaan di atas, nilai utama dari sahur itu sendiri sebenarnya hanya baik untuk orang muslim itu sendiri.

Kegiatan sahur juga bisa membuat umat muslim berniat berpuasa dan menghindari lupa akan niat membatalkan puasa.

Bacaan Niat Sahur Puasa Ramadhan dan Ketentuannya

Setelah mengetahui sahur yang dianjurkan Islam bagi umat Islam, hal selanjutnya yang wajib diketahui adalah membaca niat puasa Ramadhan yang bisa dibaca saat sahur.

Niat membaca puasa ramadhan tentunya berbeda dengan niat puasa sunnah lainnya.

Karena termasuk dalam salah satu rukun puasa, umat Islam khususnya yang sudah baligh dan wajib berpuasa di bulan Ramadhan tentunya harus mengetahui tujuan puasa yang sebenarnya.

Pasalnya, jika niatnya salah, puasa berhari-hari juga akan dipertanyakan.

Adapun tata cara bacaan niat puasa ramadhan, bahasa arab dan latin, artinya sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’I fardhi syahri Ramadhani hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya : “Saya niat puasa besok untuk menyempurnakan fardhu Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala”

Sebagaimana disebutkan di atas, niat termasuk dalam rukun puasa.

Oleh karena itu, puasa yang tidak disengaja hukumnya batal, sedangkan puasa tanpa sahur tetap diperbolehkan tetapi termasuk di antara hal-hal yang tidak dianjurkan.

Umumnya, niat puasa dibaca bersama setelah shalat Dharawi dilakukan agar umat Islam yang ikut berjamaah tidak lupa niat berpuasa di bulan Ramadhan. Jika Anda tidak mengikuti tarawih, Anda bisa membacanya saat sahur.

Batas Waktu Niat Sahur Puasa Ramadhan

Salah satu perbedaan antara puasa Ramadhan dan puasa sunnah adalah ketentuan yang berkaitan dengan niat puasa itu sendiri.

Jika puasa sunnah membolehkan seseorang untuk niat pagi atau sore karena lupa, maka puasa ramadhan sebaliknya.

Seperti disebutkan sebelumnya, jika seseorang lupa bahwa dia tidak berniat berpuasa sampai pagi hari di bulan Ramadhan, maka puasanya tidak sah.

Umat ​​Islam masih perlu mengqadha satu hari puasa lagi setelah akhir Ramadhan.

Lihat juga:  Cara Membuat Racikan Pemutih Wajah Dari Bahan Alami

Dari situ dapat disimpulkan bahwa niat puasa membaca ramadhan pada waktu subuh ada batas waktunya, jika melebihi waktunya maka puasanya batal. Jadi berapa batas waktunya?

Batas waktu sahur adalah waktunya imsak. Namun, konon juga tidak ada salahnya melanjutkan kegiatan sahur yang belum selesai hingga subuh.

Pasalnya, waktu imsak sendiri digunakan agar umat Islam lebih berhati-hati karena mendekati waktu subuh.

Namun untuk membaca niat puasa, seorang muslim dapat melakukannya pada malam hari karena lupa atau tidak bangun hingga subuh.

Sekalipun dilakukan terus menerus selama sebulan penuh, seorang muslim harus berpuasa niat sahur setiap hari ketika akan berpuasa, tidak hanya melakukannya pada hari pertama.

Keutamaan atau Fadhilah Sahur Saat Berpuasa

Menyimak penjelasan di atas, terlihat bahwa puasa sahur sangat dianjurkan, dimulai dari niat puasa, agar dapat mengisi diri dengan energi yang cukup.

Namun keutamaan yang bisa didapatkan dari sahur tidak sebatas itu saja, adapun berbagai hikmah dan fadhilah sahur antara lain :

1.   Menjaga Stamina Tubuh

Hikmah merekomendasikan sahur juga merupakan fungsi utama, bahkan membiarkan tubuh mempertahankan energi dan kekuatan fisik yang cukup tanpa makan atau minum selama setengah hari.

Dengan begitu, umat Islam tetap bisa beribadah dan menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan.

Karena pada dasarnya puasa bukan untuk menyiksa diri sendiri melainkan sebagai bentuk menjalankan perintah Allah agar tidak terlalu menikmati kesenangan duniawi.

Oleh karena itu, sahur merupakan sesuatu yang dianjurkan agar umat Islam tetap dapat menunaikan hak dan kewajibannya yang lain.

Belum lagi jika Anda berpuasa di bulan Ramadhan, Anda membutuhkan energi yang cukup untuk melakukan shalat yang lebih khusyuk dibanding hari-hari di luar bulan Ramadhan.

Untuk itu usahakan untuk tidak melewatkan sahur, karena nyatanya manfaat sahur akan kembali pada diri sendiri.

2.   Bisa Melakukan Ibadah Malam

Waktu sahur yang paling umum bagi sebagian besar umat Islam adalah ketika sepertiga malam datang dan berakhir pada waktu imsak.

Selain untuk tujuan puasa, waktu ini juga bisa digunakan untuk mendirikan ibadah malam.

Sebab, waktu tersebut merupakan waktu yang dianjurkan bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat malam dan berbagai upacara liturgi lainnya.

Pahala dari shalat tiga malam itu sendiri sungguh tak terukur.

Sehingga sahur bisa dibiasakan dengan bangun sepertiga malam dan lanjut mendirikan berbagai ibadah yang bisa dilakukan.

Lihat juga:  Inilah Kumpulan Menu Takjil dan Menu Buka Puasa Paling Populer di Indonesia

Dengan cara ini, umat Islam akan membuat Ramadhan terasa lebih berkualitas, dan ibadah akan meningkat pada saat yang bersamaan.

Namun, jika Anda bangun agak siang saat sahur dan tidak sempat sholat malam, maka Anda bisa bersiap untuk sahur lebih awal.

Umat ​​Islam juga bisa melewatkan sedikit waktu luangnya dengan membaca Al-Qur’an atau sholat dan berdoa.

Juga, jika umat Islam sholat berjamaah di masjid, ada cukup waktu untuk sholat qabliyah sebelum imam memulai sholat Subuh.

Dengan berbagai keutamaan tersebut, tidak ada salahnya makan sahur saat berpuasa.

3.   Mendapat Shalawat dari Allah dan Malaikat

Seperti yang telah disebutkan dalam hadits sebelumnya, aktivitas sebelum fajar sangat dianjurkan, meskipun hanya minum air putih atau makan sesuap nasi.

Pasalnya, Allah SWT dan Malaikat-Nya akan mendoakan orang yang terburu-buru untuk sarapan.

Penjelasan lain mengatakan bahwa nikmat Allah bagi manusia datang dalam bentuk rahmat.

Doa malaikat kepada umat manusia adalah untuk meminta pengampunan atas dosa-dosa yang dilakukan umat manusia.

Tentu saja, ini adalah salah satu pendahulu besar umat Islam. Oleh karena itu, jangan heran jika dikatakan bahwa orang yang memakan shahu pasti akan mendapatkan berkah.

Padahal seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, kebaikan sahur justru kembali kepada orang itu sendiri.

Tentu saja, bisa mendapatkan keberkahan di atas menjadi keuntungan tersendiri. Selain bisa menjadi lebih kuat dalam menjalankan ibadah puasa, umat Islam juga mendapat rahmat dari Allah SWT.

4.   Dilimpahi dengan Berkah

Selain bisa digunakan untuk membaca niat puasa, sahur juga sangat dianjurkan karena akan dipenuhi dengan keberkahan dari Allah SWT.

Dari berbagai hadits yang ada terkait sahur diketahui bahwa salah satu fadhilah yang bisa didapat dengan sahur adalah selalu berkah yang tak terhingga.

Maka berusaha bangun dan bangun untuk melakukan sahur bukanlah kegiatan yang sia-sia.

Selain baik untuk tubuh, juga memberikan asupan yang sehat untuk jantung dan tubuh.

Pasalnya, dengan sering diliputi oleh ridho Allah SWT, langkah orang akan menjadi lebih ringan, hati selalu merasa tenang dan tidak gelisah, serta hidup menjadi lebih tenteram.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits, pengertian sahu tidak harus dengan makan makanan berat seperti nasi dan lauk pauk.

Jika perut Anda masih terasa kenyang karena makan di malam hari, maka Anda bisa sarapan dengan sesuap nasi atau beberapa teguk air putih.

Lihat juga:  Cara Memutihkan Tubuh Secara Alami Dan Cepat Dalam 1 Minggu

Karena Islam sendiri adalah agama yang menentramkan umatnya dan keluar dari kesulitan, maka aturan harus dibuat untuk kemaslahatan umat Islam itu sendiri.

Bahkan hal-hal seperti sahur pun diatur dan umat muslim tetap bisa mendapatkan fadhilahnya tanpa ada paksaan.

5.   Mengikuti Sunnah Rasul

Sebagai umat Islam tentunya alangkah indahnya jika kita bisa mengikuti hadits yang selalu dilaksanakan oleh Tuhan Yang Maha Agung, Nabi Muhammad SAW.

Selama bulan puasa Ramadhan, ia sangat menganjurkan umat Islam untuk melakukan sahur.

Sholat sahur juga bisa dilakukan di dalamnya, yang mencegah umat Islam lupa bahwa mereka berniat membatalkan puasa Ramadhan.

Surat An-Nisa pasal 80 menjelaskan bahwa siapa pun yang menaati Rasul sebenarnya menaati Allah.

Dengan demikian, makan sahur secara konsisten selama puasa Ramadhan termasuk dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya yang pasti akan mendatangkan pahala.

Dan Ramadhan sendiri adalah bulan yang harus dimanfaatkan untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya.

Untuk itu, umat Islam dapat mengingat bahwa makan termasuk mengikuti sunnah Nabi jika tidak memiliki alasan yang cukup baik untuk bekerja sendiri untuk menunaikan sahur. Dengan itu, akan ada banyak hal bagus di dalamnya.

Dengan motivasi seperti itu, saya berharap dapat melanjutkan kegiatan sahur dengan semangat dan keikhlasan, semata-mata demi Allah dan Rasul-Nya.

6.   Waktu yang Mujarab Untuk Berdoa

Melakukan sahur saat berpuasa memungkinkan umat Islam untuk memulai sholatnya di pagi hari, sebelum fajar. Meskipun waktu-waktu tersebut termasuk waktu doa yang paling efektif, Tuhan menjanjikan surga.

Bukan tanpa alasan, hikmah ini diambil dari salah satu ayat Al-Qur’an, ayat 17 surat Ali ‘Imran, yang artinya sebagai berikut:

“(Dan) laki-laki yang sabar, laki-laki yang adil, laki-laki yang taat, laki-laki yang menyia-nyiakan hartanya, dan laki-laki yang meminta ampun sebelum fajar.” (QS. Ali ‘Imran 3: ayat 17)

Oleh karena itu, setelah makan lebih baik berdoa, membaca Al Quran dan berdzikir daripada kembali tidur.

Selain manfaat kesehatannya, ia memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah arti dari ayat Alquran tersebut di atas.

Belum lagi Ramadhan, segala amal ibadah diberikan nilai berlipat oleh Allah SWT. Untuk itu, sayang sekali jika melewatkan momen ini di bulan Ramadan.

7.   Menjadi Pembeda dengan Umat Terdahulu

Hikmah selanjutnya dari membaca niat puasa subuh dan amalan menghidupkan sahur adalah dapat membedakan umat Islam dengan kitab (Kristen dan Yahudi).

Lihat juga:  Kaya, Kuliner Klasik yang Kaya Rasa dan Pengalaman

Hal ini senada dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah pernah bersabda bahwa salah satu perbedaan puasa bagi umat Islam dengan lainnya dalam kitab adalah makan sahur.

Dikatakan bahwa para ulama pada zaman dahulu berpuasa setelah bangun tidur terlepas dari siang dan malam. Juga, sunnah bagi umat Islam untuk makan sahur sebelum puasa.

Jika praktik sahur diabaikan, tidak dibiasakan, dan dihidupkan kembali, bukan tidak mungkin umat Islam suatu saat nanti akan dikatakan ahli kitab suci nasrani dan yahudi.

Maka selagi ini adalah nilai yang baik dan termuat dalam hadits Nabi, maka cobalah untuk mengamalkannya.

Selain dibalas dengan kebaikan, ini juga merupakan salah satu upaya yang harus selalu dilakukan umat Islam untuk menjaga identitas dirinya.

8. Jadikan Ramadan lebih bermakna

Sahur dan Iftar adalah acara yang erat kaitannya dengan bulan suci Ramadhan. Sedangkan dengan makan, seorang muslim cenderung lebih produktif karena bangun lebih awal dan seaktif mungkin.

Ini akan membuat hari-hari yang dihabiskan selama Ramadhan lebih bermakna daripada kosong.

Lain halnya jika seseorang melewatkan sarapan pagi, bisa saja ia bangun dan melakukan sholat Subuh kemudian melakukan aktivitasnya seperti biasa.

Tidak ada tambahan shalat di dalamnya karena tidak ada lagi waktu untuk melakukannya, seperti halnya ketika Anda bangun untuk beribadah.

Jika baru bangun tidur, beraktivitas seperti biasa lalu diakhiri dengan buka puasa dan istirahat, tentu rasanya Ramadhan akan sia-sia.

9.   Baik Untuk Kesehatan

Terakhir, selain mendatangkan berbagai berkah dan pahala, kegiatan sahur juga sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Asupan yang cukup, sahur sangat bermanfaat bagi muslim hipotensi dengan GERD.

Jadi selain bisa digunakan untuk niat puasa, aktivitas makan sahur juga bisa mencegah seseorang pingsan karena lemas, kurang asupan atau kadar darah yang tidak mencukupi.

Sampai di sini terlihat bahwa niat puasa merupakan sesuatu yang perlu dipelajari bahkan dihafalkan.

Alasannya, jika tidak mengetahui dan menyatakan niatnya saat berpuasa di bulan Ramadhan, maka puasanya bisa batal atau batal dan puasanya nanti harus diganti dengan puasa make-up.

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, sangat penting bagi umat Islam yang berpuasa untuk mempersembahkan Ramadhan. Niat sahur sebelum sahur merupakan bagian penting dalam berpuasa. Niat sahur harus dilakukan dengan tekad yang kuat dan disertai dengan penghayatan batin. Sebagai ibadah kepada Allah SWT, niat sahur sangat berharga dan diprioritaskan di sisinya. Dengan niat sahur, umat Islam akan memperoleh kekuatan dan ketabahan saat menjalankan puasa Ramadhan.

Temukan artikel menarik lainnya di Google News

#Niat #Sahur #Puasa #Ramadhan #Arab #Latin #Arti #dan #Keutamaannya arbo Niat Sahur Puasa Ramadhan: Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya