Inilah 5 Kultus Ramadhan Singkat dan Bermakna yang Harus Kamu Ketahui

Hai, Arbo Web! Ramadhan sudah tiba, salah satu bulan suci yang penuh dengan berkah dan keberkahan. Selain itu, Ramadhan juga merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Selama bulan Ramadhan, terdapat banyak kultus yang dilakukan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Berikut 5 kultus Ramadhan yang singkat dan bermakna yang perlu kamu ketahui.

Kultus Ramadhan biasanya berlangsung tepat sebelum shalat Talawi dan disiarkan televisi sebelum berbuka puasa.

Tapi tahukah Anda dan ayah apa itu kultus Ramadhan?

Kultum adalah singkatan dari kuliah 7 menit. Dengan demikian, kultus adalah ceramah singkat namun bermakna yang diberikan oleh seseorang.

Di sisi lain, seperti namanya, kultus Ramadhan adalah ceramah singkat tentang tema Ramadhan.

Jika Anda memiliki kesempatan untuk memberikan kultus Ramadhan atau anak Anda diminta untuk menyerahkan tugas pada kultus Ramadhan, jangan khawatir.

Karena Arbo merangkum beberapa kultus Ramadhan singkat yang penuh makna. Dalam kutipan dari NU Online, simak referensinya di sini.

Kultus Ramadhan: Hikmah Berpuasa sejak Dini

Ketika mengajarkan kesalehan kepada anak-anak yang belum mencapai pubertas, mereka harus memulai sejak dini, seperti berpuasa di bulan Ramadhan.

Meskipun syariat, anak-anak yang belum mencapai pubertas tidak diwajibkan untuk melaksanakan permintaan Syariah.

Namun, jika usia anak mencapai 7 tahun, orang tua harus memerintahkan anak untuk memenuhi kewajiban agama seperti berpuasa di bulan Ramadhan.

Lihat juga:  Cara Memancungkan Hidung Secara Alami Dan Permanen

Jika Anda dapat berpuasa pada usia 10 tahun tetapi tidak ingin berpuasa, orang tua Anda harus mengalahkannya sebagai bentuk pendidikan.

Dengan catatan, pukulan itu tidak menyebabkan cedera. (Ishaq Ibrahim Ash-Shariazy, Al-Muhadzzab fî Fiqhis Syafi’i, t.t: juz I, hlm. 325)。

Ada banyak pelajaran puasa sejak dini untuk anak-anak, berikut beberapa di antaranya:

  • Biasakan diri untuk taat sejak dini

Berpuasa sejak dini merupakan salah satu upaya untuk membentuk semangat ketaatan seorang anak kepada Allah SWT.

Jika dididik sejak usia dini, hal ini dapat membentuk karakter saleh pada seorang anak.

Hal ini akan menjadi pondasi iman yang kuat baginya untuk menjadi pribadi yang saleh dengan disiplin untuk menjalankan aturan syariah di kehidupan selanjutnya, ketika ia masih remaja (mukalaw).

Membiasakan berpuasa sejak dini bagi anak juga bisa membuat emosinya lebih stabil.

Sebab, seperti yang telah banyak disebutkan, emosi orang yang berpuasa lebih stabil daripada ketika mereka tidak berpuasa.

Hal ini tentu akan mempercepat kematangan mental anak.

Puasa sejak dini juga dapat membentuk semangat empati pada anak.

Karena ketika mereka berpuasa, mereka merasakan betapa sulitnya menahan lapar dan haus.

Pengalaman ini akan menumbuhkan empati bagi anak-anak yang hidup dalam kemiskinan di mana sulit untuk mendapatkan bahkan satu gigitan beras.

Tentunya hal ini akan lebih berhasil jika dibarengi dengan edukasi dari orang tua dan guru.

Puasa sejak dini juga dapat melatih kedisiplinan seorang anak.

Karena dengan berpuasa, ia bangun secara teratur untuk sahur dan berbuka puasa ketika saatnya tiba.

Gaya hidup konsisten ini jelas membentuk perilaku mendisiplinkan anak dan, mudah-mudahan, dapat diterapkan pada kegiatan sehari-hari yang lebih kompleks.

Lihat juga:  Cara Mengobati Iritasi Pada Kemaluan Bayi

Kesimpulannya, puasa sejak dini bagi anak kecil sangat penting untuk membentuk karakter Si Kecil.

Kultus Ramadhan: sifat puasa

Puasa mengandung banyak manfaat dan keutamaan bagi umat manusia, baik secara jasmani maupun rohani.

Oleh karena itu, puasa tidak hanya diresepkan untuk orang-orang sebelumnya, tetapi juga untuk orang-orang Nabi Muhammad SAW, orang-orang di akhir zaman.

Puasa berbeda dengan jenis ibadah lainnya.

Pada saat berpuasa, umat Islam diperintahkan untuk tidak melakukan apa-apa, menahan dan meninggalkan sesuatu (tahari).

Karena sifatnya yang tahari, puasa tidak terlihat dengan mata telanjang.

Sifat tahari ini membuat puasa menjadi istimewa. Imam al-Ghazali menjelaskan keistimewaan puasa.

Imam al-Ghazali menggambarkan sifat puasa dalam karyanya yang terkenal, Iya Urmiddin.

Imam al-Ghazali secara singkat dan akurat menyebutkan sifat puasa:

أن الصوم كف وترك وهو في نفسه سر ليس فيه عمل يشاهد وجميع أعمال الطاعات بمشهد من الخلق ومرأى والصوم لا يراه إلا الله عز و جل فإنه عمل في الباطن بالصبر المجرد

Sarana: “Puasa adalah pengekangan dan penolakan (larangan berpuasa), puasa pada dasarnya adalah rahasia. Dia tidak melihat amal.

Jika semua ibadah disaksikan dan dilihat dengan keberadaan, puasa hanya dilihat o puasa adalah amal batin, kesabaran murni.”

(Imam al-Ghazali, Ihiya Urmiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H]I, Juz I, hlm. 293).

Dari uraian ini kita dapat melihat bahwa keutamaan dan hakikat puasa adalah kesabaran untuk pahala yang tak tertandingi.

Hadits Kussi selalu berkata, “Puasa (pengabdian) dipersembahkan kepada-Ku, dan Aku akan membalas budimu sendiri.”

Lihat juga:  Kenalkan Weton Wednesday Kliwon, dari Tokoh, Jodoh, dan Nasib!

Puasa menyumbang seperempat dari total iman, karena “puasa adalah setengah kesabaran” (HR At-Tirmidhi).

“Kesabaran membutuhkan setengah iman” (H.R. Abnu’am dan Alkhatib).

Kultus Ramadhan: Saatnya Membaca Al-Quran di Bulan Ramadhan

Membaca Al-Quran di bulan Ramadhan memiliki prioritas tersendiri.

Selain membaca, Nabi mencontohkan bahwa kita harus merenungkan Alquran sampai kita dibenci selama bulan puasa.

Menurut hadits yang berbunyi:

“Rasulullah Salarahu Araihi wa Salam adalah orang yang paling suka memberi.

Semangatnya untuk memberi semakin meradang selama Ramadhan, ketika Jibril bertemu dengannya.

Jibril melihatnya setiap malam di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Alquran saat itu.

Dan rasul Salarahu alaihi wa Salam paling bersemangat dalam berbuat baik saat angin bertiup.”

(Sumber daya manusia. Buhari No. 3554 dan Muslim No. 2307)

Menurut berbagai informasi, ada kalanya dianjurkan untuk membaca Alquran agar hikmah membaca Alquran lebih lengkap.

Pertama, tentu saja, setelah melakukan shalat wajib. Kemudian, di luar doa yang terperinci:

  • Malam
  • Paruh pertama malam
  • Antara Maghreb dan Isha
  • Setelah Fazil

Ini sangat disarankan untuk membaca Alquran di bulan Ramadhan. Untuk menjadi baik, praktikkan!

Kebebasan menggunakan media sosial seringkali menimbulkan berbagai masalah bagi masyarakat.

Tak jarang, informasi yang beredar tidak dapat dijelaskan karena hoaks, informasi palsu dan larangan lainnya yang menimbulkan ketidakharmonisan sosial.

Hal pertama yang harus diperhatikan umat Islam di media sosial adalah Murakaba (merasa selalu diawasi oleh Allah).

Apapun yang kita sebarkan di media sosial, termasuk maksud di balik postingan tersebut, kita harus menyadari bahwa Allah mahatahu.

Lihat juga:  Cara Melepas Komedo Secara Alami

Dengan terus-menerus merasa diawasi oleh Tuhan, kita hanya menggunakan media sosial untuk apa yang menguntungkan kita.

Allah Subanaf wa Taara berfirman:

اِنْ تُبْدُوْا شَيْـًٔا اَوْ تُخْفُوْهُ فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا

Sarana: “Jika kamu mengungkapkan atau menyembunyikan sesuatu, Allah benar-benar mengetahui segala sesuatu” (QS. al-Azab: 54).

Dalam hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkomunikasikan tentang hukum dan pedoman Muamara melalui media sosial dalam Fatwa nomor 24 tahun 2017.

Fatwa ini mengatur hubungan sosial manusia, mulai dari mengirim pesan di media sosial hingga bagaimana memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Umat Islam harus selalu meningkatkan keimanannya, memperkuat persaudaraannya, memperkuat kerukunannya dan menghindari amoralitas.

Ketika umat Islam mendapatkan informasi yang belum tentu benar, maka penting untuk melakukan tabayun (klarifikasi).

Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S. Alkhjurat: 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

Sarana: “Hai orang-orang yang beriman, jika orang-orang fasik datang kepadamu dengan sebuah pesan, periksalah mereka dengan cermat.

karena kamu tidak akan mendatangkan malapetaka ke atas orang-orang tanpa mengetahui keadaan yang menyebabkan kamu menyesali perbuatan mereka.”

Muslim yang menyampaikan informasi harus benar.

Islam mengajarkan pendapat yang jujur, berbasis bukti, berbasis fakta, dan diungkapkan dengan tulus.

Jangan menyebarkan informasi di media sosial yang belum Anda ketahui kebenarannyaHarap dicatat.

Istilah ini disebut qaul zur, yang berarti kata-kata buruk atau kesaksian palsu.

Saatnya menggunakan media sosial untuk mengajak kebaikan melalui berbagai platform yang kini populer di kalangan masyarakat dan menyalurkan konten positif.

Lihat juga:  Cara Menghilangkan Bruntusan Pada Wajah Bayi Secara Alami

Media sosial seperti Youtube, Tiktok, Twitterer, facebook, dan Instagram adalah media yang benar dan mudah untuk menyebarkan kebaikan yang bertanggung jawab.

Kultus Ramadhan: Sedekah di Bulan Puasa

Seperti yang Anda ketahui, dengan melakukan hal-hal baik di bulan Ramadhan, pahala kita akan dihargai berkali-kali lipat.

Apalagi ketika kita berbicara tentang sedekah yang ditujukan untuk membantu orang lain, selain mendapatkan pahala dari Allah, kita juga bisa meringankan beban orang lain.

Sedekah di sini tidak melulu soal pemberian materi.

Ada beberapa sedekah sederhana yang bisa dibayarkan selama bulan puasa, misalnya:

  • Membangkitkan Sahur
  • Berikan takdil
  • Persiapan Souhore
  • Mengajarkan Al-Qur’an
  • Untuk sedekah terkecil, yaitu senyum

Jadi, di bulan Ramadhan ini, saya mengajak kita semua untuk bersedekah untuk membantu sesama.

Ini adalah beberapa inspirasi untuk kultus Ramadhan yang singkat dan bermakna yang bisa ibu dan ayah kenali. Semoga bermanfaat, ya!

Jelang akhir Ramadan, ada 5 kultus yang tak boleh dilewatkan. Pertama, membaca Al-Quran setiap hari, kedua, bersedekah sesuai kemampuan, ketiga, shalat tarawih berjamaah, keempat, memohon ampunan dan beristighfar, dan kelima, memperbanyak doa dan zikir kepada Allah. Dengan mengamalkan kultus-kultus ini, diharapkan diri kita semakin dekat dengan-Nya. Mari terus memperbaiki diri dan meraih pahala di bulan yang mulia ini. Sampai jumpa di artikel menarik lainnya!

#kultus #Ramadhan #yang #singkat #dan #bermakna #yuk #simak arbo 5 kultus Ramadhan yang singkat dan bermakna, yuk simak!