Fakta dan Mitos Tumbuh Gigi Pertama Bayi, Catatan Bunda!

Saat bayi tumbuh besar bergerak, tentu ia mengalami pertumbuhan gigi. Apa yang Anda ketahui tentang gigi pertama bayi?

Ada banyak mitos dan fakta yang perlu disingkirkan tentang bayi tumbuh gigi.

Bagi para orang tua yang tinggal di Indonesia, banyak sekali pepatah yang beredar di masyarakat.

Baik yang didengar dari orang lain maupun dari orang yang lebih tua.

Terkadang, sulit untuk membedakan antara fakta dan mitos.

Fakta Ilmiah Gigi Pertama Bayi

Pada umumnya bayi mulai tumbuh gigi pada usia 6 bulan.

“Gigi bayi pertama yang biasanya tumbuh adalah gigi seri di rahang bawah,” kata dr. Rahmita Nuraini, Sp.KGA, Dokter Gigi Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Yuk, cari tahu fakta menarik seputar tumbuh gigi pertama bayi:

1. Bayi merasa tidak nyaman

Ada beberapa ciri saat gigi susu mulai tumbuh, seperti:

Gejala lain kadang disertai nyeri ringan.

Hal ini terkadang menyebabkan anak menjadi gelisah dan kehilangan nafsu makan.

2. Mulai sering terlibat

Fakta Gigi Bayi Pertama (Foto Stok Arbo)

Kapan gigi pertama si Kecil tumbuh?

Tentu saja, usia tidak bisa dijadikan patokan yang sebenarnya.

Beberapa bayi mungkin belum memiliki gigi saat mereka mencapai usia 1 tahun.

Biasanya anak yang mulai mengalami peningkatan air liur merupakan ciri lain dari gigi yang mulai tumbuh.

Bahkan, hal ini juga dibarengi dengan kebiasaan memasukkan tangan ke dalam mulut.

3. Gigi Pertama Muncul Secara Berbeda

Jangan khawatir ketika gigi tua anak Anda muncul.

Faktor genetik berpengaruh dalam hal ini.

Kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah (BBLR) juga bisa menjadi keterlambatan gigi pertama bayi.

“Gigi tengah depan dulu. Lalu gigi geraham pertama, gigi taring.

Terakhir, gigi geraham kedua berada di bagian paling belakang mulut,” jelas Donald L. Chi, DDS, Ph.D., penerima penghargaan Pediatric Dentist of the Year 2018 dari American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD).

Umumnya, bayi memiliki 4 gigi pada usia 11 bulan dan bertambah seiring bertambahnya usia.

4. Fluorida Aman untuk Bayi

Sikat Gigi Bayi (Arbo Stok Foto)

Saat proses tumbuh gigi pertama bayi dimulai, kenalkan anak untuk menyikat gigi sejak dini, Sobat.

Mengutip dari Kids Health, fluoride dalam pasta gigi merupakan mineral yang membantu mencegah kerusakan gigi.

Gunakan pasta gigi khusus bayi saat ia mulai mengenalkan makanan padat atau MPASI pada usia 6 bulan ke atas.

American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) merekomendasikan agar hanya pasta gigi berfluorida seukuran kacang polong yang digunakan saat menyikat gigi.

5. Gigi Pertama Harus Disikat

Cara terbaik untuk menyikat gigi adalah dengan membuat lingkaran kecil, mengelilinginya hingga menutupi setiap permukaan gigi Anda.

Sikat ke atas dan ke bawah, bukan dari sisi ke sisi.

Ibu juga bisa menggosok lidah untuk membantu menjaga nafas bayi tetap segar.

6. Memijat Gusi Bayi

Pijat Gusi Bayi (Arbo Stok Foto)

Gigi pertama bayi yang tumbuh dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi anak-anak.

Orang tua dapat membantu menghilangkan rasa sakit pada bayi tumbuh gigi dengan memijat gusi dengan jari yang bersih.

Pijat lembut gusi dengan jari bersih atau kain lembut yang lembab.

7. Periksakan anak ke dokter

“Usia yang dianjurkan bagi anak untuk melakukan kunjungan pertama ke dokter gigi adalah mulai usia 1 tahun,” tambah drg. Rahmita

Kunjungan awal ini bertujuan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan rahang.

Selain itu, hal ini juga mendapat edukasi yang tepat untuk menjaga kebersihan mulut bayi saat tumbuh gigi.

8. Merangsang pertumbuhan giginya

Merangsang Pertumbuhan Gigi Bayi (Stock Photo Arbo)

Ada berbagai cara untuk mempercepat proses pembentukan gigi pertama bayi.

Cobalah memberinya biskuit bayi saat dia sedang tumbuh gigi.

Pastikan Anda mengawasinya saat dia memakannya.

Sebab, potongan kue mudah pecah dan menyebabkan tersedak.

Selain itu, pilihlah biskuit bayi yang tidak mengandung gula dan garam.

Layanan Kesehatan Nasional menjelaskan bahwa kelebihan gula dan garam tidak baik untuk dimakan anak di bawah 1 tahun.

Mitos Gigi Pertama Bayi

Bayi tumbuh gigi tidak lepas dari mitos yang sering disalahpahami.

Namun, sejauh mana pengucapan ini benar masih terbuka untuk dipertanyakan.

Apa saja mitos tentang gigi pertama bayi?

Bagaimana kebenarannya?

Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

1. Kalung Amber untuk Menghilangkan Rasa Sakit

Kalung Amber (healthychildren.org)

Setiap orang tua tidak ingin buah hatinya sakit.

Tak jarang, mereka mencoba menyediakan produk yang bisa menghilangkan rasa sakit saat bayi tumbuh gigi.

Kata ‘alami’ yang tertera pada produk tertentu terkadang dianggap tidak berbahaya dan menimbulkan efek samping.

Nah, kalung amber dipercaya bisa membantu meredakan sakit gigi pertama bayi.

Namun hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang mendukung penggunaan kalung amber dapat meredakan rasa sakit yang dialami saat bayi tumbuh gigi.

2. Demam Bayi Tumbuh Gigi

Demam Bayi (Freepik.com)

Mitos bayi tumbuh gigi selanjutnya adalah bayi akan mengalami demam saat tumbuh gigi.

Dikutip dari American Academy of Pediatrics, para peneliti menemukan bahwa iritasi gusi, kerewelan, dan air liur yang berlebihan merupakan gejala yang paling umum terjadi saat bayi tumbuh gigi.

Demam bukanlah gejala utama yang sering dirasakan.

3. Tidak Perlu Ke Dokter Gigi

Mitos gigi pertama bayi berikutnya adalah Anda tidak perlu membawa si kecil ke dokter gigi.

Padahal, di usia ini sangat penting untuk diperiksa dan dipantau langsung oleh dokter.

Saat anak berusia sekitar 6 tahun, gigi susu akan tanggal dan digantikan oleh gigi dewasa permanen.

Terkadang, gigi susu membuat orang tua menunduk dan tidak perlu dirawat.

Oleh karena itu, mereka menolak membawa si kecil ke dokter gigi.

4. Gigi bayi tidak penting

Gigi Susu (Janko Ferlic)

Kesehatan gigi anak baru mendapat perhatian setelah gigi dewasa menggantikan gigi bayinya.

Orang tua membawa anak-anak mereka ke dokter gigi setelah gigi bayi mereka mulai rontok.

Diketahui bahwa gigi susu berperan penting dalam kesehatan dan perkembangan bayi.

Tak kalah penting, gigi susu yang tumbuh juga akan memberi ruang untuk gigi lainnya, Sobat.

5. Gigi bayi harus cepat tanggal

Kita sering mendengar bahwa gigi yang cepat rontok dikatakan sebagai anak yang cukup cerdas.

Padahal, ini adalah mitos dan tidak boleh dipercaya, Sobat.

Jika gigi susu tanggal lebih awal akibat kerusakan gigi, maka hal ini akan mengganggu pertumbuhan di sekitarnya.

Untuk itu, penting bagi si Kecil untuk melakukan pemeriksaan dini, saat gigi pertamanya tumbuh.

Selain itu, dokter gigi akan memberikan saran dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

6. Tumbuh Gigi Mempengaruhi Perkembangan Bayi

Mitos dan Fakta Tumbuh Gigi Bayi (Unsplash.com/Zelle Duda)

Mitos lain tentang gigi pertama bayi terkait dengan perkembangan anak.

Dikatakan jika gigi susu tumbuh lebih cepat maka prosesnya akan mulai berjalan lebih lambat.

Begitu pula sebaliknya, jika gigi susu tumbuh lebih lambat, anak akan mulai bisa berjalan lebih cepat.

Padahal, belum ditemukan hubungan antara saat gigi pertama bayi muncul dengan kemampuan anak berjalan.

Jadi, mitos ini perlu dilupakan dan dihentikan ya Sobat.

7. Waktu tumbuh gigi setiap anak sama

Begitu pula dengan masa tumbuh gigi anak tentu berbeda.

Pada beberapa bayi, gigi susu mulai tumbuh lebih awal dan pada bayi lainnya mungkin sudah terlambat.

Kedua bentuk pertumbuhan ini berkaitan dengan faktor keturunan dan bisa menjadi penyakit yang diderita bayi.

Asupan kalsium yang diminum bayi juga bisa menjadi faktor penentu.

Ibu bisa fokus untuk memberikan asupan kalsium yang cukup agar gigi bayi tumbuh lebih lancar.

8. Pasta Gigi Berfluoride Berbahaya untuk Bayi

Pasta Gigi Berfluorida (Freepik.com)

Salah satu mitos tentang gigi pertama bayi yang beredar di masyarakat adalah tentang bahaya fluoride bagi bayi.

Begitu gigi mereka mulai tumbuh, American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk beralih ke pasta gigi berfluoride.

Fluoride adalah mineral penting untuk semua anak.

Masalahnya bukan pada penggunaan fluoride, tetapi bagaimana menggunakannya dengan benar.

Salah satunya adalah memastikan si kecil tidak menelan ini.

Nah itulah beberapa fakta mitos gigi pertama bayi yang perlu Anda ketahui.

Semoga bermanfaat, Sobat!