Cara yang Tepat untuk Berdoa dan Membaca Memorit Setelah Sholat Tahajud

Hai Arbo Web, apakah kalian sering merasa kebingungan tentang tata cara melaksanakan doa Tahajud dan pembacaan memori setelahnya? Tahukah kalian bahwa doa tersebut memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah SWT? Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempelajari tata cara yang benar, agar kita dapat merasakan manfaat yang diberikan oleh Allah SWT. Yuk, simak artikel berikut ini untuk memahami lebih dalam tentang doa Tahajud dan cara membacanya dengan benar.

Setelah shalat Tahajud ada amalan yang bisa dilakukan, diantaranya dikul setelah shalat Tahajud.

Latihan-latihan ini dapat dilakukan bagi mereka yang memiliki keinginan khusus ketika melakukannya.

Ada juga begitu banyak kebajikan yang bisa diperoleh dari melakukan shalat Tahajd.

Sebagai contoh, sebuah penelitian di Diglib UIN Sunan Ampel Surabaya mengungkapkan hubungan yang signifikan antara pembiasaan Tahajud tentang doa dan kecerdasan spiritual siswa.

Hal ini menunjukkan bahwa selain menjadi waktu yang tepat untuk menunaikan shalat, shalat Tahajd juga dapat mempengaruhi kecerdasan seseorang sebagai pelajaran dari proses tersebut.

Informasi berikut ini dirangkum tentang keutamaan, doa, dan dikur setelah shalat Tahajd, yang baik untuk dipraktikkan.

Keutamaan Salat Tahajud

Sebelum mengetahui doa setelah shalat Tahajud dan pembacaan Dikur, pertama-tama kita mengenali keutamaan shalat Tahajud.

Shalat Tahajud adalah shalat Sunnah utama setelah shalat Faldu. Nabi Muhammad (saw) tidak pernah meninggalkan shalat Sunnah ini sampai akhir hayatnya.

Jadi, bentuk seorang muslim yang penyayang adalah dengan menunaikan Sunnah, salah satunya adalah menghabiskan malam selalu dalam shalat.

Selain menjadi shalat Sunni yang paling penting, shalat Tahajud juga termasuk dalam waktu Mustajab, yang shalat di malam hari.

Salat Tahajud adalah pemujaan Sunni dengan kebajikan besar.

Melaksanakan shalat Tahajud juga sangat dianjurkan selama bulan suci Ramadhan.

Shalat Tahajud dapat dilakukan kapan saja setelah shalat Isya sampai fajar menyingsing.

Namun, waktu yang paling direkomendasikan adalah sepertiga malam terakhir.

Sepertiga malam terakhir berarti dari tengah malam hingga fajar.

1. Diangkat ke lokasi yang terhormat

Nabi (saw) mengatakan bahwa doa Tahajd dapat mengangkat orang ke tempat yang layak dipuji.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Wa Minal Laili Fa Tahajad Bihi Nafilatar Raka Asa Ai Yabaasaka Rabuka Maqamam Mahmu Da”

Sarana:

“Dan di sebagian malam, ikatlah kamu sebagai penyembahan tambahan kepadamu: semoga Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat pujian” (79).

2. Sebagai pembuka Pintu Surga

Ada banyak jalan yang bisa anda tempuh untuk mencapai surganya Allah SWT.

Salah satu cara yang bisa anda lakukan adalah dengan melaksanakan shalat Tahajd.

Nabi Salaraf Araihi Wasalam bersabda:

“Katakan halo, beri makan[mereka yang membutuhkan]terhubung dengan teman-teman, berdoa di malam hari ketika orang lain sedang tidur, dan saya yakin Anda akan aman di surga” (HR). Tirumidi).

3. Membasuh dosa-dosa masa lalu

Setiap hari ada banyak hal yang membuat kita berdosa sebagai muslim, entah itu dosa kecil atau dosa besar.

Berbagai amalan ketuhanan dapat dilakukan ketika menggugurkan dosa-dosa tersebut, salah satunya adalah shalat Tahajd.

“Lakukan shalat malam olehmu, karena itu adalah kebiasaan orang-orang yang ada di hadapanmu.

Dia dapat membawa Anda lebih dekat dengan cinta Anda, mengambil semua kesalahan dan mencegah dosa.” Tirumidi).

Selain itu, melakukan dikur setelah shalat Tahajud juga dapat meningkatkan peluang untuk dibasuh oleh Allah SWT.

Ingatan setelah shalat Tahajd tidak dapat dilakukan pada waktu lain untuk mendapatkan pahala dan diampuni dari dosa.

Memori sebagai rangkaian ibadah dapat dilakukan pada pagi dan sore hari.

4. Atasi kecemasan

Segala sesuatu yang ada dalam setiap pikiran manusia diketahui oleh Allah SWT, sehingga tidak ada yang bisa kita sembunyikan dari-Nya.

Untuk alasan ini, sebagai Muslim, kita bergantung pada Allah, karena hanya Dia yang dapat menggantikan semua kecemasan dan sakit hati yang dialami setiap manusia.

Menghadap Allah SWT melalui shalat Tahajd dapat menjadi ibadah yang dimana Allah berkehendak dan menenangkan.

Bahkan, anda juga bisa menenangkan pikiran dengan melakukan dikul setelah shalat Tahajud.

Ibnu al-Qaim (semoga Allah mengasihaninya) berkata,

“Pikirkan bagaimana Allah diam-diam menghadiahi shalat malam mereka dengan pahala yang Dia sembunyikan untuk mereka, yang tidak diketahui oleh semua jiwa.

Juga, cara Allah membalas kecemasan ketika mereka bangun dan melakukan shalat malam dalam sukacita jiwa di surga” (Ibnu al-Qaim dari Haadil al-Qa’a Ila Bila Adil Ahura: 278).

Doa dan kenangan setelah doa Tahajud

Ada beberapa amalan, shalat, dan dikur yang bisa dilakukan setelah shalat Tahajid.

1. Doa setelah Doa Tahajud

Karena termasuk dalam zaman Mustajab, ada banyak shalat yang bisa dipraktikkan meski katanya bisa dilakukan setelah Tahajd.

Tidak ada doa khusus, tetapi ada beberapa doa yang kami rekomendasikan untuk dibaca sebagai latihan setelah shalat Tahajudid.

Baca setelah Tahajd, misalnya, dari buku berikut karya Al-Adzkar:

اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ

اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

“Allahunma rakal hamdu anta kaillumus musim panas worti wal aldi wa man fihinna.

Wa rakal hamdu anta malikus musim panas wa’ati wal ardi wa man fihinna, wa rakal hamdu anta nuurus samawaati waru ardi wa man fihinna, wa rakal antal hakk.

Wa Wadukar Hakku, Wa Rikaauka Hakkuk, Wa Kaurkar Hakkukun, Walu Jannatu Hakkukuu Wan Nabiyuuna Hakukuu wa Muhammadun Salahu Alaihi wa Salama Hakkwa Wassaatu Hakkuk

Allaahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu.

Wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qoddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu wa maa anta a’lamu bihiminnii.

Wa la haura wa la quata ira villar.

sarana:

“Ya Allah, segala puji bagimu. Anda adalah penjaga langit dan bumi, dan semua makhluk hidup di keduanya.

Dan segala puji bagimu, raja langit dan bumi, dan semua makhluk hidup yang ada di keduanya.

Dan segala puji bagimu, kalian semua adalah makhluk yang ada di surga dan terang bumi.

Dan puji bagimu sepanjang jalan, kamu benar, janjimu benar, pertemuanmu denganmu benar, pernyataanmu benar, surga benar, neraka benar, para nabi benar, dan Nabi Muhammad (damai besertanya) adalah benar, dan Hari Penghakiman adalah benar.

Ya Allah, berserahlah kepada-Mu saja, berimanlah kepada-Mu, tawananlah kepada-Mu, dan hanya kepada-Mu aku kembali (bertobat) dan mengeluh kepada-Mu.

Dan saya meminta Anda untuk membuat keputusan, dan saya akan meminta Anda untuk mengungkapkan dosa-dosa masa lalu dan masa depan saya dan bahwa saya telah bersembunyi dan secara terang-teranganMaafkan saya atas apa yang saya lakukan, dan apa yang Anda ketahui lebih baik daripada saya.

Kamu, yang datang dan menyelesaikan lebih dulu, tidak memiliki Tuhan selain kamu, dan tanpa bantuan Tuhan, kamu tidak memiliki kekuatan (untuk menghindari ketidaktaatan) atau kekuatan (untuk melakukan ibadah).”

Selain itu, ada doa lain yang bisa dibaca setelah Tahajd:

سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ

“Subhananakar Malikil Kuduus”

sarana:

“Yang Mahakudus Yang memerintah lagi adalah Yang Mahakudus.”

Bacaan ini bisa dibaca tiga kali. Kemudian dapat dilanjutkan dengan membaca:

رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

“Rabil Malaikati Wal”

sarana:

“Tuhan Malaikat dan Roh”

Kemudian lanjutkan di bawah ini.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ ، كَمَا أَثْــــنَــــيْتَ عَلَى نَــــفْسِكَ

“Allahumma innii a-uudzu bi ridhaa-ka min sakhatik, wa bi mu’aafatika min ‘uquubatik, wa a-uudzu bika min-ka, laa uh-shii tsa-naa-an ‘alaika anta, kamaa ats-naita ‘alaa nafsik.”

sarana:

“Ya Allah, aku berlindung dalam belas kasihan-Mu dari murka-Mu, dalam pengampunan-Mu dari hukuman-Mu, di dalam Engkau dari penderitaan-Mu.

Aku tidak bisa menyebut semua pujian, dirimu sendiri, seperti kamu memuji dirimu sendiri.

Setelah membaca doa, dapat dilanjutkan doa yang diinginkan yang berkaitan dengan dunia dan akhirat.

2. Ucapkan ingatan setelah shalat Tahajud

Ada juga pembacaan Dikur setelah shalat Tahajud, tetapi ini tidak kalah penting dan kaya akan kebajikan.

Pembacaan Dikur setelah shalat Tahajd menyatakan:

  • Baca Istigfer
  • Membaca rosario (Subanara)
  • Baca Alhamdulillah
  • Membaca Allahu Akbar
  • Baca Raa Ila Ilara
  • Baca Kunjungan Nabi
  • Baca Surat al-Iqlas
  • Baca Surat Al-Farak
  • Baca Surat Ann Nath
  • Baca Al Fati

Peringatan setelah shalat Tahajud juga dapat dilakukan setelah shalat Faldu.

3. Baca Sayyidur Istigfar

Setelah membaca doa dan dikur setelah shalat Tahajd, kita akan membaca Sayyidur Istigfar.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

“Wah Bir-as Hali Hum Yastagfyun”

Artinya, “Dan pada akhir malam mereka meminta ampunan (Allah)” (QS Az-Zariyat:18).

Setelah melantunkan dikur setelah shalat Tahajud yang diriwayatkan oleh Imam Buhari, Nabi (saw) selalu membacakan Sayyidur Istiffah.

Berikut ini adalah praktik-praktik penting setelah shalat Tahajd.

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

“Arahumma Anta Rabi, La Iraha Ira Anta Karaktani, Wa Ana Abduka, Wa Ana Alla Adika Wawadika Mastatu, Auzubuka Min Shalima Shanatu, Abu Raka Binimatica Araiya wa Abu Raka Bi Zambi, Fagfilli, Fa Innaf La Yagfilznuba Ira Anta”

sarana:

“Ya Allah, Engkau adalah Allahku. Tidak ada tuhan yang layak disembah selain anda.

Engkau menciptakan aku dan aku adalah hambamu. Saya akan menepati kontrak dan janji Anda sesuai dengan kemampuan saya.

Ampunilah aku, karena aku akan berlindung kepadamu dari keburukan perbuatanku, mengakui dosa-dosaku kepadamu, dan mengakui kebaikanmu kepadaku. karena tidak ada seorangpun yang dapat mengampuni dosa kecuali kamu.”

Berlatih melantunkan doa dan dikur setelah shalat Tahajud di atas.

Jika ini dilakukan dengan benar, umat Islam akan mendapat manfaat dari sholat malam.

Sekarang, lakukan shalat Tahajud secara teratur, diikuti dengan doa dan ingatan setelah shalat Tahajud!

Dalam berdoa, tidak cukup hanya sampai pada doa Tahajud saja. Pembacaan memori setelahnya juga penting untuk memperkokoh iman dan menguatkan hati dalam menghadapi segala cobaan. Untuk itu, carilah cara membaca memori yang sesuai dengan ajaran Islam dan selalu jaga niat dalam berdoa. Selamat menjalankan ibadah, semoga kita selalu diberikan kekuatan dalam menghadapi segala ujian. Sampai jumpa di artikel menarik lainnya.

#Doa #dan #pembacaan #memori #setelah #doa #Tahajud #yang #benar arbo Doa dan pembacaan memori setelah doa Tahajud yang benar