15+ Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi, Wajib Dicoba, Yuk!

Cara mengeluarkan dahak pada bayi saat ini sedang dicari para Sobat. Ini terjadi karena kondisi cuaca belakangan ini semakin tidak menentu.

Dari cuaca yang semula panas, bisa tiba-tiba hujan deras dan berlangsung sepanjang tahun.

Kondisi tak menentu ini yang membuat tubuh rawan terserang penyakit, terutama batuk dan pilek.

Bagaimana bila penyakit ini menyerang Si Kecil? Salah satu masalah yang sering Sobat hadapi pasti Si Kecil yang kesulitan mengeluarkan dahak saat sedang flu.

Tentunya, Sobat juga menjadi khawatir melihat bayi sulit mengeluarkanĀ dahak saat batuk atau pilek.

Agar tidak khawatir, Sobat perlu tahu cara mengeluarkan dahak pada bayi.

Penyebab Dahak pada Balita

Dahak adalah lendir yang dikeluarkan tubuh manusia atas reaksi gangguan di saluran pernapasan atas.

Dahak pada bayi selain dapat mengganggu pernapasannya juga mengganggu prosesĀ menelan ASI.

Bayi Sobat menjadi rewel karena ia merasa tidak nyaman dan belum bisa mengeluarkan dahak tanpa bantuan Sobat.

Dahak bisa disebabkan karena beberapa hal, seperti:

1. Virus Flu dan Pilek

Batuk berdahak pada bayi paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yangĀ menyebabkan fluĀ atauĀ pilek.

Biasanya bayi akan menunjukkan gejala, seperti batuk berdahak, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit kepala, sakit otot, tidak selera makan, dan demam ringan.

2. Menghirup Sesuatu

Si Kecil yang menghirup sesuatu, seperti asap rokok, udara kotor, bahan kimia, ataupun iritan lainnya, bisa menyebabkan batuk berdahak.

Pada akhirnya mengganggu saluran pernapasan bayi hingga menimbulkan dahak yang berlebih.

Bukan hanya itu, gejala lain yang mungkin terjadi, yaitu batuk terus menerus, sesak napas, atau kulit yang pucat.

Dalam beberapa kasus tertentu, penyebab dahak pada balita atau bayi pun bisa menjadi tanda dari penyakit serius.

3. Asma

Penyakit asma memang jarang sekali terjadi pada bayi yang memiliki usia di bawah 2 tahun.

Namun hal ini bisa saja terjadi jika Si Kecil memiliki riwayat keluarga yang memiliki asma.

Ketika Si Kecil terjangkit asma, penyempitan saluran pernapasan yang terjadi bisa menyebabkan berbagai macam gejala seperti batuk berdahak, pilek atau hidung tersumbat serta mata yang gatal dan berair.

Lihat juga:  Ketahui Diet Alkalin dan Menu Makanan yang Disarankan

Namun jika Si Kecil belum mendapatkan diagnosa asma dari dokter, kondisi tersebut juga bisa disebut sebagai penyakit saluran udara reaktif.

Jika hal ini terjadi pada Si Kecil, segeralah membawanya ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Setelah mendapatkan pengobatan, Sobat juga perlu memberikan perhatian lebih pada laju pernapasan bayi karena bisa saja terjadi sesak napas.

4. Batuk Rejan

Melansir StatPearls Journal, batuk rejan adalah infeksi pernapasan kronis yang disebabkan oleh sejenis bakteri yang disebut Bordetella pertussis.

Batuk ini bisa menyebabkan bayi dan balita mengalami batuk yang hebat dan panjang.

Gejala bayi atau balita yang mengalami batuk rejan, yaitu:

  • Batuk berdahak
  • Hidung tersumbat bersin
  • Batuk panjang hingga 20 atau 30 detik tanpa henti
  • Demam

Jika Si Kecil mengalami batuk rejan, diharapkan Sobat dan Dads membawanya ke dokter dengan segera.

Penyakit ini sangat berbahaya bagi bayi pada usia di bawah satu tahun karena bisa menyebabkan komplikasi bahkan kematian.

5. Bronkiolitis

Penyebab batuk berdahak lain adalah bronkiolitis.

Bronkiolitis sendiri muncul usai flu biasa.

Penyakit ini pun pada umumnya terjadi ketika cuaca dingin dengan gejala demam ringan serta nafsu makan yang hilang. Kondisi ini pu patut diwaspadai.

Jika Si Kecil mengalami kesulitan bernapas, segera mungkin langsung dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain bronkiolitis, bronkitis atau yang dikenal sebagai peradangan pada tabung bronkial pun bisa menyebabkan bayi atau balita mengalami batuk berdahak.

Melihat hal ini, orang tua pasti tidak akan tega melihat Si Kecil yang rewel terus-menerus.

Terlebih lagi bayi belum bisa mengeluarkan dahaknya sendiri jadi dibutuhkan bantuan orang tua.

Penting bagi Sobat untuk mengetahui cara mengeluarkan dahak pada bayi yang aman.

Sobat bisa membantu anak cara mengeluarkan dahak pada bayi yang akan kami bahas dalam artikel ini.

Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi

Bayi di Nebulizer

Cara mengeluarkan dahak pada bayi menggunakan memang agak sulit, namun Sobat bisa melakukannya dengan beberapa cara berikut ini.

Cara ini bisa Sobat coba lakukan sendiri di rumah dan ada juga yang harus dilakukan secara medis.

1. Nebulizer di Rumah Sakit

Salah satu cara mengeluarkan dahak pada bayi yang paling umum yakni dengan menggunakan terapi uap (nebulisasi).

Cara mengeluarkan dahak pada bayi menggunakan bantuan terapi obat berbentuk uap guna mengencerkan dahaknya.

Termasuk dengan memberi cairan garam fisiologis dengan tujuan mengatasi hidung tersumbat pada bayi.

2. Uap Air Panas, Dengan atau Tanpa Minyak Kayu Putih

Cara mengeluarkan dahak pada bayi nomor dua adalah dengan menggunakan uap panas.

Sediakan baskom berisi air hangat, bisa dicampur dengan beberapa tetes minyak kayu putih maupun tidak.

Letakkan baskom tersebut di dekat Si Kecil sehingga ia bisa menghirup uap yang dihasilkan air hangat dalam baskom.

Cara mengeluarkan dahak pada bayi ini mirip dengan terapi uap yang berguna mengencerkan dahak sekaligus membuka saluran hidung Si Kecil yang tersumbat. Termasuk melegakan pernapasannya.

Lihat juga:  Mengenali Distosia Bahu Yang Sering Terjadi Saat Melahirkan

Dengan pernapasan dan saluran hidung yang lebih lega dan dahak yang sudah encer, tentunya diharapkan dahak Si Kecil menjadi lebih mudah dikeluarkan.

Namun, Sobat harus ekstra hati-hati dalam meletakkan baskom yang digunakan. Jangan terlalu dekat dengan Si Kecil, sehingga tidak mudah dijangkau olehnya.

Cara mengeluarkan dahak pada bayi bisa ampuh untuk dilakukan di rumah

3. Menepuk-nepuk Punggung Bayi

Cara mengeluarkan dahak pada bayi juga bisa dilakukan dengan menepuk-nepuk punggung Si Kecil dalam posisi tengkurap.

Caranya sangat mudah, yaitu:

  • Posisikan bayi tengkurap
  • Tepuk punggung kanan dan kiri bayi secara perlahan
  • Letakkan bayi pada posisi miring kiri atau kanan
  • Tepuk bagian dada samping bayi dengan lembut

Jika dahak atau lendir yang ada dalam tubuh Si Kecil cukup banyak, biasanya setelah ditepuk-tepuk bagian punggung dan dada sampingnya Si Kecil akan memuntahkan dahak yang ada di dalam tubuhnya.

Namun, bisa juga dahak tersebut sudah mengencer, luruh kemudian masuk ke dalam saluran pencernaan.

Dengan demikian dahak bisa terbuang melalui kotoran Si Kecil.

Penting untuk diingat, bahwa cara mengeluarkan dahak pada bayi yang satu ini harus dilakukan sebelum bayi minum ASI atau susu formula.

Mengingat susu yang sudah diminum Si Kecil juga dimuntahkan kembali bersama dahak.

4. Menggunakan Daun Sirih Hangat

Cara mengeluarkan dahak pada bayi yang terakhir adalah menggunakan daun sirih yang sudah terlebih dahulu dipanaskan.

Daun sirih dalam kondisi hangat setelah dipanaskan tersebut harus ditempelkan ke dada dan punggung Si Kecil.

Biarkan hangat dari daun sirih membantu Si Kecil mengencerkan dahak dan membuangnya melalui kotoran.

5. Menghangatkan Tubuh Bayi

Cara mengeluarkan dahak pada bayi selanjutnya bisa Sobat lakukan dengan menghangatkan bayi.

Dahak yang mengental di saluran pernapasan anak ini menjadi hal yang paling sering membuat bayi gelisah dan rewel, terutama saat bayi ingin tidur dan saat makan.

Bukan hanya itu saja, penumpukan dahak pada tenggorokan bayi juga bisa membuat Si Kecil merasa tidak enak saat makan.

Hawa panas yang dihasilkan tubuh bayi ini dapat membantu dalam mengencerkan dahak dan mengeluarkannya.

Sobat bisa coba dengan memakaikan anak baju hangat, Sobat pun bisa mengoleskan minyak khusus, seperti minyak telon agar cara mengeluarkan dahak pada bayi lebih efektif.

Selain itu, Sobat juga dapat membuat ruangan agar tetap hangat, bersih dan cukup steril dari debu guna mencegah penumpukan dahaknya.

6. Tidur dengan Posisi Berbeda

Bayi Tidur Tengkurap

Cara mengeluarkan dahak pada bayi yang lain juga bisa Sobat coba untuk mengeluarkan dahak pada bayi, yaitu dengan menidurkan bayi dengan posisi yang berbeda.

Nah, jika biasanya saat tidur posisi kepala anak sejajar dengan badan, maka Sobat dapat mengubahnya.

Sobat bisa memberikan alas bantal pada kepala Si Kecil agar posisi kepalanya lebih tinggi.

Lihat juga:  5 Obat Program Kehamilan Untuk Mengatasi Kemandulan

Posisi tersebut, cukup membantu anak dalam mengatasi hidung tersumbat dan mengeluarkan dahak di saluran pernapasannya.

Tak hanya itu, cara mengeluarkan dahak pada bayi juga bisa dengan memposisikan bayi dengan posisi tengkurap saat tidur, sehingga membantu Ibu untuk mengeluarkan dahaknya.

Namun, pastikan dulu jika posisi tersebut tidak ada menghalangi hidung dan saluran pernafasannya ya.

7. Jemur di Bawah Sinar Matahari

Cara mengeluarkan dahak pada bayi selanjutnya yang bisa Sobat lakukan untuk mengeluarkan dahak pada bayi adalah dengan menjemur Si Kecil di bawah sinar matahari.

Cara ini memang biasa dilakukan, terutama pada bayi yang masih kecil atau baru lahir.

Sinar hangat matahari dari jam 08-00-09.00 sehat untuk pernapasan dan tulang Si Kecil.

Kehangatan matahari akan diserap tubuh si Kecil dan mengencerkan dahak sehingga Sobat lebih mudah mengeluarkannya.

Coba ikuti cara di bawah ini yuk, Sobat:

  • Jemurlah bayi di bawah sinar matahari antara pukul 7-8 pagi selama 10 menit.
  • Tepuk-tepuk punggung bayi dengan lembut. Dahak yang tidak keluar melalui tenggorokan, biasanya tertelan dan akan dikeluarkan bersama kotoran dan urin.

Mengutip Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dokter menganjurkan sebaiknya orang tua memakaikan baju, topi dan tabir surya selama menjemur bayinya.

Ketika berada di luar, minimalisasi paparan cahaya matahari sangat dibutuhkan.

8. Minum Banyak Cairan

Dahak adalah lendir yang letaknya di dalam tenggorokan kita.

Dahak ini bisa dikeluarkan dengan mengonsumsi banyak cairan juga lho dan dinilai cukup efektif.

Bila Sobat bisa,Ā berikan banyak air susu ibu (ASI) dan air putih hangat pada buah hati.Ā 

Cara mengeluarkan dahak pada bayi ini bisa dibilang cukup ampuh. Untuk bayi di bawah enam bulan, berikan ASI secara teratur agar tubuhnya tetap terhidrasi.

Karena ASI ini termasuk obat yang efektif untuk membantu sistem pertahanan tubuh bayi.

Sementara untuk bayi berusia di atas enam bulan, berikan ASI seperti biasa ditambah dengan air putih hangat bisa menjadi cara mengeluarkan dahak pada bayi yang efektif.

Sobat juga bisa memberikan menu makanan berkuah (seperti kaldu dari sup ayam) atau hidangan cairan lainnya (seperti jus buah).

Jangan berikan sumber cairan apa pun selain ASI untuk bayi berusia kurang dari enam bulan.

9. Alat Pelembap Ruangan

Sobat pasti familiar dengan humidifier atau yang biasa kita kenal sebagai alat pelembap ruangan.

Nah, sesuai dengan namanya, humidifier ini berfungsi untuk mempertahankan tingkat kelembapan udara di dalam ruangan.

Makanya banyak juga yang menggunakannya untuk melegakan saluran pernapasan, termasuk cara mengeluarkan dahak pada bayi.Ā 

Cara mengeluarkan dahak pada bayi pun bisa dilakukan dengan mudah.

Pelembap ruangan ini bisa Sobat dapatkan dengan mudah di toko-toko online atau di mal.

Setelah dibeli, Sobat bisa meletakkannya di kamar tidur bayi.

Lihat juga:  12 terapi untuk anak autis, bantu si kecil tumbuh dan berkembang

Pastikan Sobat membersihkannya dan mengganti airnya secara rutin agar debu tidak menumpuk pada alat ini ya.

10. Gunakan Minyak Esensial

Cara mengeluarkan dahak pada bayi yang lain ada dengan menggunakan minyak essensial.

Berbagai minyak atsiri dapat digunakan untuk mengencerkan lendir dan membuat pernapasan lebih mudah.

Minyak esensial tidak boleh dicerna oleh bayi kecuali instruksi khusus diberikan oleh ahli kesehatan atau ahli herbal yang berkualifikasi.

Namun menurut Journal of Tropical Pediatrics, mengaplikasikan balsem yang minyak essential lainnya untuk kulit anak-anak banyak dilakukan sebagai pengobatan tradisional di berbagai bagian dunia, terutama di negara-negara Asia.

Menempatkan minyak kayu putih, peppermint atau spearmint ke dalam pelembap udara, pancuran mandi atau air mendidih dapat membuat uap yang menenangkan yang bisa dihirup bayi untuk mengeluarkan dahak.

11. Gunakan Penyedot Khusus

Cara mengeluarkan dahak pada bayi bisa dilakukan dengan menggunakan alat penyedot khusus.

Alat ini didesain memang khusus untuk anak-anak. Makanya biasa dibuat dari bahan karet yang lentur dan dijual di apotek.

Alat ini juga bisa didapatkan dengan berbagai ukuran dan fitur, namun yang berbentuk standar pun sudah bisa dipakai.

Cara memakainya biasa cukup mudah:

  • Sobat perlu menempatkannya pada rongga mulut bayi.
  • Lalu jika dahak bayi kental.
  • Teteskan 2-3 larutan air garam atau larutan salin ke dalam hidung bayi.
  • Sebelum memasukkan ujung alat penyedot ke dalam hidungnya.

Lalu Sobat memasukkannya ke dalam secara perlahan, lalu Sobat bisa mulai menyedot dahak dengan balon yang ada.

12. Konsultasikan dengan Dokter

Sobat memang bisa mencoba cara mengeluarkan dahak pada bayi yang sudah disebutkan di atas.

Namun, jika setelah dicoba tidak membuahkan hasil yang baik, sebaiknya Sobat segera berkonsultasi dengan dokter.

Anak akan butuh untuk diperiksa dengan saksama agar penyebab penumpukan dahak bisa diketahui dan pengobatan yang sesuai bisa diperoleh.

Sobat pasti butuh kepastian medis mengapa sampai dahak pada bayi ini tidak sembuh-sembuh.

Bisa jadi ini dikarenakan penyakit tertentu dan anak memang membutuhkan pertolongan medis.

Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi dengan Obat

Cara mengeluarkan dahak pada bayi juga bisa dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang bisa dibeli di apotek.

Obat batuk yang dirancang khusus untuk bayi mengandung bahan-bahan tertentu yang meredakan gejala batuk dengan menyesuaikan kondisi fisik bayi pada umumnya.

Berikut rekomendasi obat batuk berdahak untuk bayi di apotek:

13. Anacetine Syrup

Pilihan obat batuk berdahak untuk bayi yang pertama adalah Anacetine.

Produk ini dikemas dalam bentuk sirup untuk memudahkan bayi dalam mengonsumsi obat ini saat batuk.

Obat ini berfungsi untuk meredakan demam, sakit kepala, serta bersin-bersin yang diikuti oleh batuk.

Beberapa kandungan yang dimiliki Anacetine antara lain acetaminophen, guaiphenesin, phenylpropanolamine, dan chlorpheniramine maleate.

Beberapa efek samping yang perlu Sobat waspadai setelah memberi Anecetine antara lain mengantuk dan juga gangguan pencernaan.

Lihat juga:  Sinopsis Fireworks, Kisah 4 Orang Ingin Bunuh Diri

Anecetine dapat dikonsumsi oleh bayi di bawah usia 1 tahun dengan Ā½ sendok takar untuk 3 kali sehari.

14. Zarbeeā€™s Baby Cough Syrup

Pilihan obat batuk bayi yang pertama adalah Zarbeeā€™s Baby Cough Syrup.

Hal ini karena madu tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi usia di bawah 12 bulan, Zarbeeā€™s Baby Cough Syrup dirancang dengan menggunakan agave organik sebagai bahan utamanya.

Tidak hanya itu, obat batuk berdahak untuk bayi ini juga mengandung zinc yang bermanfaat untuk mendukung sistem imun Si Kecil yang melemah.

Zarbeeā€™s Baby Cough Syrup diformulasikan untuk meredakan dan melegakan tenggorokan bayi tanpa menimbulkan efek samping.

Oleh karena itu, Zarbeeā€™s Baby Cough Syrup menggunakan bahan-bahan alami yang terpilih tanpa pemanis buatan apapun.

Konsumsi Zarbeeā€™s Baby Cough Syrup dianjurkan untuk bayi berusia 6 bulan ke atas.

15. Anakonidin Syrup

Anakonidin Syrup dapat meredakan demam, batuk, sakit kepala, hidung tersumbat, dan alergi.

Dextromethrophan dalam obat batuk untuk bayi iniĀ dapat mengurangi frekuensi batuk.

Sementara itu, kandungan guaifenesin berfungsi sebagai obat batuk berdahak (ekspektoran) yang dapat mengencerkan dahak atau lendir.

Kandungan pseudoephedrine dapat melegakan hidung yang tersumbat.

Sedangkan chlorpheniramine berfungsi sebagai antialergi. Terakhir, kandungan dextromethorpan bersifat antitusif (mengatasi batuk kering).

Untuk bayi usia kurang dari satuĀ tahun, berikanlah 1/2 sendok teh sebanyakĀ 3 kali sehari.

16. Tempra Drops

Sobat mungkin familiar dengan obat Tempra sebagai obat penurun demam.

Nyatanya, obat ini juga bisa dikonsumsi untuk meredakan batuk pada bayi, lho.

Tempra Drops adalah obat tetes memiliki kandungan parasetamol yang juga bermanfaat untuk menyembuhkan gejala batuk pada bayi.

Manfaat lainnya dari Tempra Drops adalah untuk meredakan demam, rasa sakit dan nyeri ringan seperti sakit kepala dan sakit gigi, dan demam yang menyertai flu serta setelah imunisasi.

Tempra Drops juga hadir dengan rasa favorit bayi dan anak-anak, seperti anggur dan jeruk.

17. Cessa Cough and Flu

Cessa Cough and Flu

Untuk Sobat yang membutuhkan alternatif obat yang tidak diminum, kamu bisa mencoba produk Cessa Cough and Flu.

Produk ini berbentuk seperti roll-on yang bisa kamu oleskan untuk melegakan tenggorokan Si Kecil.

Untuk penggunaannya, Sobat bisa mengoleskannya di tulang belakang, dada, area belakang leher, dan belakang kuping. Cessa Cough and Flu hanya untuk pengobatan luar dan tidak boleh dioleskan di wajah.

Penggunaannya dianjurkan untuk bayi usia 0ā€“2 tahun.

Itu dia Sobat beberapa cara sederhana yang bisa Sobat lakukan untuk mengeluarkan dahak pada bayi.

Pastikan Sobat melakukannya dengan hati-hati ya.

Untuk Sobat atau Dads yang memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai cara mengeluarkan dahak pada bayi, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar ya!

Atau untuk Sobat dan Dads yang memiliki pengalaman tentang cara menangani batuk berdahak balita dan ingin membagikan kisahnya, yuk ceritakan di kolom komentar di bawah ini!

Advertisements